• Jumat, 1 Juli 2022

Miris, Kasus Kekerasan Seksual Anak Masih Ada di Temanggung

- Minggu, 19 Juni 2022 | 19:02 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual anak di bawah umur
Ilustrasi kekerasan seksual anak di bawah umur

WonosoboZone – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di kabupaten Temanggung dinilai masih sangat rentan terjadi.

Menurut praktisi hukum, Totok Cahyo Nugroho, selama semester awal tahun 2022 atau mulai bulan Januari hingga pertengahan Juni ini tercatat telah terjadi sedikitnya dua kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

“Kebetulan kami ditunjuk menjadi Posbankum di Pengadilan Negeri Temanggung. Nah, sejak Januari hingga saat ini tercatat telah terjadi sedikitnya dua kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang masuk proses persidangan atau dimeja hijaukan,” jelasnya, Minggu (19/6/2022).

Baca Juga: Sambut HUT Bhayangkara, Polres Wonosobo Gelar Vaksinasi

Ibarat peribahasa adalah “Pagar Makan Tanaman”, baik korban maupun pelaku sejatinya dalam keseharian memiliki hubungan yang sangat dekat. Yakni anak dan ayah tiri yang tinggal satu atap.

“Namanya predator kejahatan seksual tidak pernah mengenal kedekatan hubungan atau faktor sangkalan lainnya. Bisa saja terjadi kapanpun, oleh siapapun, dan dimanapun. Semuanya memungkinkan,” bebernya.

Pencabulan sendiri merupakan bentuk kekerasan seksual yang ditentang oleh undang – undang. Karena ketika pencabulan tersebut terjadi pada anak di bawah umur, dampaknya akan sangat buruk, terutama pada masa depan anak.

Baca Juga: Kamar Hotel Tentrem Semarang Terbakar, Pengunjung Hotel Panik

Oleh sebab itu UU Perlindungan Anak dibentuk agar kasus seperti pencabulan dapat dicegah.

Mirisnya, saat ini minimnya pengetahuan masyarakat luas terhadap seksualitas dan minimnya pengawasan membuat kasus pencabulan tersebut kerap terjadi.

Halaman:

Editor: Ilham Ardha Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X