• Jumat, 1 Juli 2022

Selandia Baru Mulai Terapkan Pajak Ternak Atasi Emisi Gas Metana, Kentut Sapi Biang Keladinya

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 13:10 WIB
(Foto : ilustrasi sapi/pixabay)
(Foto : ilustrasi sapi/pixabay)

Wonosobozone – Dalam upaya serius dalam menekan emisi gas metana Selandia Baru mengumumkan rencananya untuk mengenakan pajak baru bagi para peternak di negara itu pada Rabu, 8 Juni 2022.

Di tengah krisis iklim di dunia saat ini, gas metana menjadi isu lingkungan yang sangat popular. Ternak jenis Sapi ditengarai menjadi salah satu penyumbang sekitar 40 persen dari gas-gas pemanasan bumi secara global, terutama dari kentut mereka.

Salah satu Ilmuwan dari Universitas Kalifornia Davis, Ermias Kebreab setidaknya telah menghabiskan dua dekade mempelajari bagaimana kontribusi gas rumah kaca dari hewan berkuku tersebut.

Baca Juga: Piala Presiden 2022 Dimulai, Jangan Lewatkan Jadwal Lengkapnya

"Jika Anda memberi tahu saya berapa banyak yang dikonsumsi ternak Anda, saya dapat memberi tahu cukup dalam soal emisi aktual menggunakan model matematika," katanya, dikutip Wonosobozone dari Pikiran-Rakyat.com dalam berita “Kentut Sapi Bikin Bumi Panas, Selandia Baru Terapkan Pajak Ternak”.

"Sebagian besar gas berbentuk keluar dari perut mereka, jadi di usus mereka, terutama ruang pertama, mereka akan menyemburkannya," sambungnya.

Dia dan ilmuwan lain telah mengembangkan diet khusus dan prediksi genetik yang dapat membantu mengurangi gas metana yang terbentuk di perut sapi.

Baca Juga: Resmi Gabung Jadi Vokalis Dewa 19, Ello Masih Sesuaikan Diri Dengan Nada Lagu

Selandia Baru bisa menjadi negara pertama yang mempelopori aturan pajak bagi ternak untuk mengurangi emisi gas metana.

Ada tujuh kali lebih banyak sapi dan domba daripada orang di Selandia Baru, menurut NPR.

Halaman:

Editor: Rochmad Tri Apriliyanto

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X