• Senin, 15 Agustus 2022

Latih 51.383 Tenaga Kerja, Ganjar Bilang Ini Cara Bumikan Pancasila Dalam Wujud Kinerja

- Kamis, 2 Juni 2022 | 17:07 WIB
Ganjar Pranowo mengisi materi Peningkatan kapasitas dan pengembangan (Foto dok. Pemprov Jateng)
Ganjar Pranowo mengisi materi Peningkatan kapasitas dan pengembangan (Foto dok. Pemprov Jateng)

WonosoboZone - Peningkatan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan industri di Jawa Tengah terus digenjot. Selain link and match antara sekolah menengah kejuruan dengan perusahaan, kedisiplinan dan kerajinan tenaga kerja juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pengembangan SDM merupakan salah satu cerita membumikan Pancasila dalam bentuk kinerja. Bertepatan dengan peringatan Bulan Bung Karno, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan pelatihan kepada ribuan calon tenaga kerja tekstil dan alas kaki. Pelatihan tersebut digelar di Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki, Tambakaji, Kota Semarang.

"Ini cara berikutnya bagaimana cerita kita membumikan Pancasila tapi kita wujudkan dalam bentuk kinerja. Kita punya balai latihan kerja, kalau kita bicara dari sisi ekonomi, sektor yang kita miliki dalam pengembangan SDM, (pelatihan) ini yang bisa kita lakukan," kata Ganjar, seperti rilis yang diterima oleh wonosobozone, Kamis (2/6/2022).

Baca Juga: Sambut BIAN, Pemkab Wonosobo Laksanakan Imunisasi Kejar dan MR

Ganjar menjelaskan, di Jawa Tengah cukup banyak perusahaan tekstil dan alas kaki tetapi suplai tenaga kerja tidak terlalu banyak. Perusahaan juga membutuhkan tenaga kerja yang rajin dan disiplin serta keterampilan menggunakan peralatan tercanggih. Pelatihan di Balai Latihan Kerja serta link and match Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) dengan perusahaan itu menjadi jembatan untuk memenuhi kebutuhan industri.

Langkah yang dilakukan adalah merekrut lulusan SMA/SMK yang masih menganggur untuk dilatih kerja selama 20 hari. Selain itu juga dilakukan matching proces dengan mencarikan perusahaan untuk memasukkan peserta pelatihan bekerja di sana.

"Jadi anak-anak ini akan bekerja, otomatis akan bekerja. Tapi ada ekspektasi yang diharapkan dari industri. Satu, mereka musti rajin. Dua, musti mengenal mesin yang canggih," jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Wonosobo Optimis Stunting Tertangani Lebih Optimal

Ganjar juga secara langsung meminta kritik dari perusahaan terkait sekolah kejuruan yang ada di Jawa Tengah. Dari kritikan tersebut ternyata masih banyak sekolah menggunakan mesin kuno untuk praktik sehingga tidak sesuai dengan perusahaan. Di situlah metode magang dan teaching industry menjadi pola yang dapat dikerjasamakan.


"Sekolahnya bisa di sini, kurikulum bisa di-order, praktiknya bisa di perusahaan. Kalau kita bisa melatih lebih banyak lagi maka pengangguran bisa kita serap dengan cepat. Maka investasi yang sudah masuk, man power atau SDM kita bisa kita penuhi dari tempat kita sendiri dengan cara melatih," katanya.

Halaman:

Editor: Rochmad Tri Apriliyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X