Benchmarking Provinsi DIY Belajar Reformasi Birokrasi Perkebunan Wonosobo

WONOSOBOZONE – Sedikitnya 40 orang peserta benchmarking Diklat Pim IV Angkatan II Badan Diklat Provinsi DIY belajar pelaksanaan reformasi birokrasi dan pengelolaan perkebunan di Wonosobo, yang diterima langsung Sekretaris Daerah, Eko Sutrisno Wibowo, di Ruang Mangoenkoesoemo Sekretariat Daerah Selasa (26/04), didampingi Kabag Orpeg dan Direktur Utama PT.Tambi.
Menurut Kepala Bidang Pengajaran Badan Diklat Provinsi DIY, Sukardi, alasan mengapa memilih Kabupaten Wonosobo sebagai tempat untuk kegiatan benchmarking tentang birokrasi dan perkebunan, karena Wonosobo merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang telah berhasil dalam bidang reformasi birokrasi dan sukses meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan usaha kecil dan menengah, sehingga mampu bersaing dengan daerah lain.
Lebih lanjut Sukardi menjelaskan, kegiatan benchmarking di Kabupaten Wonosobo ini akan dilaksanakan selama tiga hari, dan akan melakukan wawancara dengan mitra benchmarking untuk mendapatkan data dan informasi yang akan diolah sebagai inspirasi dalam penyusunan proyek perubahan masing-masing kegiatan unggulan dari para peserta diklatpim, yang nantinya akan dipaparkan dihadapan para penguji.
Benchmarking sendiri merupakan salah satu mata diklat dalam struktur kurikulum diklat kepemimpinan, yang diarahkan untuk membekali peserta dengan kemampuan mengidentifikasi, mengadopsi, dan mengadaptasi keunggulan organiasi yang memiliki best practise dalam pengelolaan tugas dan fungsi organisasi melalui pembelajaran ini.
Terkait kunjungan rombongan benchmarking tentang Perkebunan, Sekda mengawali dengan memaparkan kondisi geografi Kabupaten Wonosobo, yang terletak di ketinggian antara 250 hingga 2250 meter di atas permukaan laut, dengan luas wilayah mencapai 98.468 hektar, serta berbagai potensi unggulan yang khas dan prospektif secara ekonomi, termasuk perkebunan, selain potensi wisata, yang semuanya memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian masyarakat. Selanjutnya dalam kesempatan tersebut, pemaparan detail tentang perkebunan disampaikan oleh Direktur Utrama PT Tambi, Agus Wibowo.
Menurut Eko, reformasi birokrasi dan otonomi daerah merupakan dua konsep utama bagi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara di indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam pelayanan publik yang menekankan prinsip pemerintahan yang bersih dan baik, melalui peningkatan kapasitas aparatur. Paparan secara detil mengenai reformasi birokrasi disampaikan oleh Kabag Orpeg, Maria Susiawati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here