BAZNAS SOSIALISASIKAN ZAKAT MELALUI FILM

WONOSOBOZONE – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo gelar sosialisasi dilanjutkan dengan pemutaranFilm Iman di Pangkuan Sang Fakir. Sebuah film hasil kerjasama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wonosobo.

Film berdurasi 1 jam 38 detik ini mengisahkan tokoh Iman yang berjuang menjalani kehidupannya yang serba sulit dan kekurangan. Tokoh Iman, seorang yatim piatu, dihadapkan dengan berbagai tokoh yang merampas haknya, seperti Budhe Warti.

Tokoh Budhe yang bersifat tamak ini diperankan Ketua SBMI Wonosobo sekaligus produser film Iman di Pangkuan Sang Fakir, Maizidah Salas.

Di Film tersebut tokoh Iman, diceritakan dalam kondisi kehidupan serba sulit banyak yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang bukan haknya.

Hanya kekuatan iman yang mampu membawa diri keluar dari kubangan kemiskinan.

Film yang telah tayang perdana pada 6 Februari di bioskop XXI Epicentrum Jakarta ini bertujuan untuk menggugah kepedulian orang-orang kaya akan nasib kaum dhuafa.

Film ini menjadi cara baru bagi Baznas dalam menyampaikan pesan kepedulian dengan menampilkan kondisi nyata yang ada di masyarakat.

Baznas berharap, dalam situasi apapun zakat dapat menularkan energi baik dan sikap positifnya.

Produser sekaligus ketua SBMI Wonosobo, Maizidah Salas berharap, film ini dapat mengingatkan semua orang untuk tidak putus menjadi bagian dari solusi akan kesulitan masyarakat, baik materi maupun permasalahan lainnya.

“Banyak cerita kemiskinan nyata yang perlu terus diangkat untuk menjadi pemantik semangat kita membantu mereka,” ujarnya.

Menurut Maizidah, uluran tangan dari orang-orang kaya diperlukan, agar kemiskinan bisa dientaskan. Apalagi rantai kemiskinan menjadi makin sulit terputus dan merembet pada persoalan mental yang turut menjadi miskin karena terdesak sana sini.

Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo Supomo Ibnu Syahid, mengatakan film ini sangat bagus sebagai pemacu semangat saling menolong dan membantu, baik melalui zakat, infak, maupun shodaqah.

BACA JUGA:  Sejak 2013, Wonosobo Menyandang Gelar Kabupaten Termiskin di Jateng

Karena menurutnya zakat, infak dan sodaqoh bermakna membersihkan harta sekaligus mengembangkan harta yang di miliki setiap umat, karena didalam harta yang dimiliki, ada sebagian yang menjadi hak orang lain.

Sehingga baznas berupaya dalam pengelolaan dan dalam mentasyarufkan, sangat mengutamakan bagi kepentingan umat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Wonosobo Eko Purnomo, menyampaikan apresiasi pada kegiatan sosialisasi serta pemutaran film tersebut. Ini menjadi cara baru mengkampanyekan zakat, infak, shodaqah kepada masyarakat luas, sekaligus untuk menyadarkan penonton akan nasib kaum dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Baznas Kabupaten Wonosobo, merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam ikut memberikan kontribusi terhadap pengelolaan zakat, agar lebih terorganisir dengan standar manajemen yang mengikuti perkembangan jaman.

Maka dari itu, Bupati meminta kepada segenap jajaran pengurus Baznas, agar mampu menciptakan satu kondisi masyarakat Wonosobo, yang terpenuhi kebutuhan material, spiritual dan sosialnya, serta dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya dengan baik.

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.