Bayi Yang Malang Terbuang

WONOSOBOZONE – Di temukan bayi berjenis kelamin laki-laki oleh Ibu Khotijah 50 tahun dan Ibu Basir , Senin (6/3) pukul 20.45 wib. Bayi laki-laki di letakkan di depan teras rumah Bapak Sutarno, 50 tahun rt; 05/02, Gawaran, Trimulyo, Wadaslintang.
Menurut keterangan saksi Ibu Khotijah dan Ibu Basir bayi dalam keadaan sehat. Oleh kedua saksi di laporkan ke Koramil-12/Wadaslintang. Setelah laporan saksi oleh piket Koramil di sarankan di bawa ke Puskesmas, untuk mendapatkan perawatan secara intensif tentang keadaan bayi malang tersebut. Di perkirakan bayi malang hasil dari hubungan gelap sepasang kekasih, yang tidak menghendaki kelahirannya. Karena beban pikiran dan rasa malu, kemudian bayi di letakkan di teras bapak Sutarno.
“Pertama kali bayi ditemukan dalam keadaan telanjang, hanya di balut dengan selimut yang masih ada bercak darah. Bayi oleh orang tuanya di masukkan ke kardus, dan diselipkan uang pecahan Rp.50.000,-. Beruntung bayi laki-laki masih hidup dan tampak sehat,” ujar Serda Kasimun. Melihat kondisi bayi malang, pihak Koramil berkordinasi dengan kepolisian, untuk mengetahui siapa orang tua bayi. Dengan harapan orang tua mau mempertanggung jawabkan atas perbuatannya. Jika memang tidak mampu untuk merawatnya agar ada yang mau mengadopsi.
Bayi malang yang diperkirakan baru di lahirkan, hasil pemeriksaan pihak medis di nyatakan dalam keadaan sehat, kata Suryati bidan desa. Sambil menunggu pihak Kepolisian mencari keberadaan orang tua, bayi di rawat di Puskesmas.
“Kita belum tahu siapa orangtuanya, namun kita akan segera  melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian,” ujar dia. Sementara Elin, bidan yang pertama kali memeriksa bayi tersebut menuturkan, kondisi bayi ketika ditemukan dalam keadaan cukup sehat. Namun, bayi tersebut sedikit pucat dan tampak kedinginan.
“Bayi saat ditemukan masih banyak lemak, dan tali pusar masih menempel. Diperkirakan jaraknya sekitar delapan jam setelah dilahirkan,” kata dia. Elin menjelaskan, setelah dihangatkan dan diberi ASI warga, bayi tersebut terlihat bugar. Senyumnya pun ceria. Bahkan, tangan imut sang bayi tak henti menggapai semua warga yang mendekatinya. “Kondisinya mulai sehat. Dia juga enggak nangis lagi,” ucap dia.
Sejumlah warga juga memberikan nama baru kepada bayi lucu tersebut. Bayi ini diberi nama Putri Sholeha. Putri mempunyai arti anak raja dan perempuan. Sedangkan, Sholeha yang berarti anak baik. “Kita berharap agar kedua orangtuanya dapat bertanggung jawab. Masa tega buang anak sendiri,” ucap seorang warga.
Pendim 0707/Wsb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here