Batuannya Unik Didukung Panorama Menawan, Dam Sigelap Layak Jadi Lokasi Foto Pre Wedding

Sigelap mulai jadi ajang Selfie populer (Foto oleh Agung Wiera)
WONOSOBOZONE – Objek wisata dengan
panorama menawan bertebaran di seantero Wonosobo. Salah satu yang kini banyak
didatangi pengunjung adalah lembah Sigelap, di Desa Kreo, Kecamatan Kejajar. Di
lembah tersebut, dibangun sebuah bendungan kecil / Dam di aliran sungai Serayu,
sebagai sumber air untuk Telaga Menjer. Keberadaan dam yang dibangun sejak era
kolonial Belanda itulah yang kemudian membuat jurang sedalam sekitar 150 meter
itu akhirnya menampakkan panorama indah, termasuk membentuk batuan bertekstur
unik.
Keunikan Sigelap
bahkan disebut Agung Wiera, fotografer senior Wonosobo layak untuk dijadikan
sebagai lokasi foto pre wedding (pranikah). “Foto yang diambil di atas batuan
yang berada di bawah dam akan tampak luar biasa, karena dukungan pepohonan nan
hijau di sekitarnya,” jelas Agung ketika mengunjungi Sigelap bersama Kepala
Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wonosobo, Agus Purnomo, Rabu (27/1). Tak
hanya di bebatuan, pengambilan foto dari sudut pandang yang tepat di jembatan
maupun di ratusan anak tangga menuju lembah juga bisa menghasilkan gambar yang
menakjubkan. “Jalan turun dari Pos pemantauan ke lembah sigelap yang terdiri
dari ratusan anak tangga juga bagus sebagai lokasi untuk berfoto,” terang
Agung.
Dengan keindahan
panorama tersebut, tak heran Dam Sigelap kini banyak menjadi incaran para
remaja dari sekitar Kejajar untuk berswafoto. Terlebih, untuk memasuki area
lembah Sigelap, hingga kini pengunjung belum dipungut retribusi. “Pengunjung
yang datang ke area Sigelap setiap hari memang selalu ada, terutama kalangan
remaja,” jelas Djalil, Kepala Dusun Kreo yang turut mendampingi Kepala
Kanparekraf meninjau Sigelap. Pengunjung, menurut Djalil memang tak dipungut biaya
untuk menikmati keindahan panorama di area milik PLTA Garung itu, namun
demikian ia berupaya mengimbau agar mereka lebih berhati-hati ketika berada di
lembah dan aliran sungai serayu. “Di musim penghujan seperti ini, aliran sungai
bisa tiba-tiba meluap tak terkendali, sehingga berpotensi membahayakan
pengunjung,” jelas Djalil. Setiap pengunjung, dikatakan Djalil diwajibkan untuk
mematuhi aturan yang telah ditetapkan dan dipasang beberapa titik.
Melihat potensi
Sigelap, Kepala Kanparekraf Agus Purnomo mengaku sangat terkesan. Menurut Agus,
dengan sedikit pembenahan lembah Sigelap bakal jadi salah satu destinasi wisata
alam yang populer. “Keindahan Sigelap sudah terasa sejak perjalanan dari arah
Kejajar maupun dari arah Telaga Menjer,” jelas Agus. Di sepanjang jalan menuju
lembah Sigelap, pengunjung memang disuguhi dengan keindahan bentang perkebunan
teh milik PT Tambi. “Kelak, lembah Sigelap ini bakal sangat menunjang objek
wisata Telaga Menjer maupun kawasan Dieng, mengingat posisinya yang berada di
pertengahan,” pungkas Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here