Baru 10 Ribu Pelaku UKM Wonosobo Akses KUR

WONOSOBOZONE – Jumlah pelaku usaha kecil dan menengah di Wonosobo yang telah mengakses permodalan melalui kredit usaha rakyat (KUR) terhitung masih rendah. Dari sejumlah 73 Ribu lebih pelaku UKM, ternyata baru 10,503 UKM yang tercatat mencairkan KUR. Hal itu terungkap dari paparan Kepala Bidang PPA II Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kanwil Provinsi Jawa Tengah Joko Pramono, di depan lebih dari 250 pelaku UKM yang hadir dalam acara sosialisasi KUR dan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), di Sari Rasa, Kamis (24/11). 

Lebih rinci, dalam acara yang diselenggarakan Bagian Perekonomian dan Ketahanan Pangan Setda itu, Joko menyebut jumlah pelaku UKM yang telah memanfaatkan KUR terbanyak berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran, yaitu mencapai 5.946 debitur. “Disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan mencapai 3.976 debitur, dan industri pengolahan mencapai 140 debitur,” bebernya. Berikutnya, pelaku UKM yang telah menikmati KUR diurai Joko berturt-turut adalah sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan, usah apersewaan dan jasa, transportasi, pergudangan, dan komunikasi, serta sosial budaya dan hiburan. “Sektor perikanan yang notabene cukup potensial di Wonosobo justru masih sangat sedikit yaitu baru mencapai 44 debitur,” ungkap Joko. 

Dari sisi jumlah KUR yang sudah tersalur di Kabupaten Wonosobo sampai dengan 18 November 2016, mencapai 1 Triliyun Rupiah lebih. “Jumlah outstanding KUR yang terakumulasi sejak 2007 mencapai 1,065 Triliun Rupiah, dengan rata-rata kredit sejumlah 18,5 Juta Rupiah per debitur,” tandasnya. Bila dibandingkan dengan realisasi penyaluran KUR Provinsi Jawa Tengah, jumlah itu menurut Joko terhitung masih sangat kecil. “Jumlah debitur yang mengakses KUR di Jateng sudah mencapai 444,523 pelaku UKM, dengan realisasi penyaluran mencapai 39,1 Triliun Rupiah lebih,” pungkasnya.

Masih rendahnya jumlah pelaku UKM yang mengakses KUR di Wonosobo, menurut Sekda Eko Sutrisno Wibowo, selayaknya menjadi perhatian pihak perbankan. Perwakilan Bank Nasional yang hadir, seperti dari BRI, BNI, dan Mandiri diminta Sekda untuk lebih gencar memberikan sosialisasi kepada para pelaku UKM. “Dengan meningkatnya modal yang bisa diakses melalui KUR, kami meyakini perekonomian di Wonosobo juga akan lebih cepat tumbuh dan berkembang, serta membawa efek positif pada upaya peningkatan kesejahteraan warga dan mengurangi angka kemiskinan,” pungkas Eko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here