Banyaknya Penderita Gangguan Kejiwaan, Dinas Kesehatan Wonosobo Gencarkan Deteksi Dini

Pahami Gejala – Gejala Gangguan Kejiwaan

WONOSOBOZONE – Setiap individu memiliki tanggung jawab hidup yang berbeda. Hal itu berimbas pada kejiwaan seseorang, seperti gangguan kejiwaan. Di Kabupaten Wonosobo sendiri, penderita gangguan kejiwaan cukup banyak. Ketika ditemui dalam acara pelatihan penanganan penderita gangguan jiwa masyarakat, Senin (23/11) di RM Resto Ongklok Wonosobo, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, dr.Emi Hidayati, menyampaikan data profil di Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo tahun 2014 ditemukan 321 kasus Psikosis, 3545 kasus kunjungan jiwa di Puskesmas dan RSU serta 37 kasus pasien pasung.
“Berbagai pengobatan dan solusi masih terus kami gencarkan  untuk meminimalisir jumlah penderita gangguan jiwa di Wonosobo”, Tegas Emi. Sedangkan psikiater dari Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.Soerojo Magelang, dr.Sutantri, SpKJ, menyampaikan, selain Tim Penanggulangan Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) yang berperan dalam penanganan penyakit jiwa, masyarakat juga bisa melakukan deteksi dini terhadap gejala-gejala yang diidap penderita penyakit ini. Beberapa hal yang perlu diwaspadai bila terjadi perubahan perilaku, tidak adaptif dan pada anak menganggu fungsi belajar atau prestasi.
Beberap gejala awal atau pengalaman baru sendiri bisa terjadi hilang timbul, gejala sangat bervariasi karena jenis gangguan jiwa sangat banyak dan merupakan kombinasi beberapa gejala (sindroma). Ia mencontohkan beberapa gejala yang patut diwaspadai diantaranya merasa “sesuatu tidak berlangsung dengan baik”. 
Orang dengan gejala ini akan merasa otaknya tidak bekerja dengan baik, tidak lagi mampu sekolah, bekerja atau mengerjakan tugas-tugas biasa lainnya, perilaku tidak khas dan sensitivitas meningkat terhadap pemandangan, suara, bau atau rabaan.
Gejala lainnya adalah kebingungan, seperti sulit fokus dan perhatian, hilang kemampuan athletik dan hobi, sulit membaca atau memahami kalimat-kalimat panjang, pelupa dan tersesat serta tidak memahami apa yang dibicarakan orang. Selain sulit berbicara dengan jelas, sulit fokus dan perhatian, kehilangan arah pembicaraan dan pelupa. (Ard)
Ilustrasi Web
Source : wonosobozone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here