Bantu Penuhi Target Kantong Darah, Imigrasi Wonosobo Lakukan Aksi Donor Darah Di HUT ke-68

WONOSOBOZONE​ – Guna berpartisipasi dalam mencukupi kebutuhan darah di lingkup daerah, Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo untuk melakukan aksi donor darah. Mengingat dari kebutuhan minimal 8000 kantong darah dalam kurun waktu satu tahun, Wonosobo baru dapat mengumpulkan 7000 kantung darah disepanjang tahun 2017. “Angka 8000 itu didapat berdasarkan aturan PMI yakni sedikitnya 1% dari jumlah penduduk suatu daerah. Nah Wonosobo ini ada 800 ribuan lebih penduduk, jadi minimal harus terkumpul 8000 kantong darah dalam satu tahunnya. Tapi ternyata kami selalu kurang dari angka itu,” terang Ketua PMI Kab. Wonosobo, Muhson kepada wartawan di sela kegiatan donor darah yang diselenggarakan di kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Selasa (23/1).

Sementara Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Soeryo Tarto Kisdoyo menyebut aksi donor darah merupakan kali pertama dilakukan oleh Kantor Imigrasi dalam menyambut hari istimewa tahunan lembaganya. Sedikitnya 50 kantung darah lebih terkumpul dalam donor darah tersebut. “Aksi sosial ini kami proyeksikan sebagai agenda tahunan. Dan semoga sedikit banyak dapat membantu mencapai target PMI dalam menyimpan kantung darah,” jelasnya.

Selain aksi donor darah, dalam HUT yang ke-69 tersebut, Kantor yang mengurus keimigrasian degan wilayah kerja sedikitnya 6 Kabupaten dan 1 Kota itu juga menggelar beberapa lomba yang melibatkan masyarakat sekitar, seperti futsal, voli dan balap karung. Sedangkan puncak acaranya, lanjut Soeryo, akan di gelar pada 26 Januari mendatang dengan agenda sosialisasi seputar Keimigrasian dengan melibatkan keluarga besar Universitas Sains Al-Quran (Unsiq) sekaligus pelajar SLTA sederajat. “Agar terlihat berbeda, selama lima hari sejak Senin (22/1) sampai Jumat (26/1) kami juga mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, seperti Beskap, pakaian adat Bali dan pakaian adat minangkabau. Hal itu juga kami tujukan sebagai bentuk kecintaan kami terhadap keanekaragaman budaya bangsa,” pungkasnya. (Ard)

BACA JUGA:  Pemutakhiran Buku Putih Sanitasi Kian Intensif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.