Banpol PP Digembleng Latsar Kedisiplinan

WONOSOBOZONE – Sebanyak 30 orang Tenaga Bantuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonosobo dilatih dasar-dasar kedisiplinan di Balai Latihan Kerja Kabupaten Wonosobo, Kamis (14/2).

Dalam latihan yang direncanakan berlangsung selama 4 hari tersebut, diberikan materi-materi dasar kedisiplinan berupa PBB, Alarm Stelling, Kurve, Dakhura, Pengaturan Lalu Lintas, serta materi-materi kelas seperti Tupoksi Satpol PP, Perda dan Perkada, Bela Negara dan juga Tindak Pidana Korupsi.

“Pelatihan Dasar ini kami laksanakan untuk membekali personel Banpol PP dengan pengetahuan dasar kedisiplinan, pembentukan karakter serta materi lainnya agar nantinya Banpol PP dapat bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat,” Ungkap Kasatpol PP, Haryono.

Dalam pelatihan yang diikuti oleh 20 orang Banpol PP laki-laki dan 10 orang Banpol PP Perempuan ini menggunakan pola Jarlatsuh yaitu Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan dengan Pelatih dan Pengasuh dari Kodim 0707/Wonosobo serta dari Satpol PP Wonosobo yang melekat selama 24 jam bersama dengan peserta.

“Pola Jarlatsuh kami terapkan agar Banpol PP tidak hanya unggul dalam intelektualitas saja, namun juga mahir dalam kemampuan dan terbentuk karakter sebagai bagian dari Polisi Pamong Praja yang Disiplin, Santun, Tegas, Humanis, Edukatif dan Melayani masyarakat,” Imbuhnya.

Disamping pelatih dan pengasuh, Satuan Polisi Pamong Praja juga menyiagakan personel PMI, yang selalu mengecek dan mengawasi kondisi kesehatan masing-masing peserta. Anggota Bantuan Polisi Pamong Praja yang mengikuti Pelatihan Dasar ini, selama pelatihan menjalankan proses karantina, dan tidak diperbolehkan membawa alat komunikasi.

“Langkah ini terapkan agar peserta benar-benar fokus dalam berlatih, sehingga ilmu yang diajarkan diharapkan bisa diserap dengan maksimal,” Imbuhnya pula.

Pelatihan Dasar ini rencananya akan ditutup dengan kegiatan pembaretan berupa Long March dan tradisi pengambilan baret.

BACA JUGA:  FESTIVAL DAN PAMERAN BURUNG KICAU WONOSOBO

“ Pelatihan ini rencananya akan ditutup dengan prosesi pembaretan, karena baret merupakan lambang korps, sehingga diharapkan akan timbul rasa memiliki, dan jiwa korsa pada masing-masing personel Banpol PP, “Pungkas Haryono.

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.