Badan Pusat Statistik (BPS) Wonosobo Mulai Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2016

WONOSOBOZONE – Lima bulan jelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016, yang direncanakan digelar pada 1 sampai 31 Mei, Badan Pusat Statistik (BPS) mulai aktif menggelar sosialisasi, termasuk dengan melibatkan pemerintah daerah dan para pengusaha, Senin, 30 November di aula BAPPEDA Kabupaten Wonosobo. 
Menurut Kepala BPS Kabupaten Wonosobo, Ahmad Isbani, di hadapan puluhan peserta perwakilan aparatur Pemerintah Kabupaten Wonosobo, kecamatan dan pengusaha yang tergabung dalam DPD APINDO Kabupaten Wonosobo, persiapan sensus ekonomi 2016 telah dilakukan sejak tahun 2014 melalui beberapa kegiatan studi, yang sebagian juga dibantu BPS Provinsi. Tim result framework telah menyusun snapshot SE 2016, yang menggambarkan tujuan umum dan khusus dari SE 2016. 
Dia menuturkan, tujuan umum sensus ekonomi 2016 adalah mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian, sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan. Adapun tujuan khusus sensus ekonomi 2016 adalah untuk memberikan gambarkan lengkap tentang level dan struktur ekonomi, memperoleh informasi dasar yang mencakup semua sektor ekonomi mengetahui karakter usaha di Indonesia dan mengetahui daya saing bisnis di Indonesia. 
Sensus ekonomi sendiri dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dengan tahun berakhiran angka 6. Sensus ekonomi 2016 merupakan sensus keenam dari sebelumnya pada tahun 1976, 1986, 1996, dan terakhir tahun 2006. Sensus dilaksanakan di seluruh wilayah NKRI dan mencakup semua aktivitas ekonomi, kecuali sektor pertanian, dan skala ekonomi usaha. 
Rincian rencana kegiatan sensus ekonomi 2016 terdiri dari publikasi sensus ekonomi 2016 pada Januari 2016, perekrutan petugas pada Januarai 2016, pelatihan calon petugas antara bulan Maret sampai April 2016, pelaksanaan listing atau pendaftaraan usaha sensus ekonomi 2016 pada bulan Mei. Selanjutnya, pengolahan sensus ekonomi 2016 dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2016, serta proses post enumeration survey (PES), gladi bersih pencacahan UMK/UMB dan pengadaan instrument pendataan UMK 2016. 
Basuki Rokhmat dari DPD APINDO Wonosobo mengaku pihaknya siap membantu BPS untuk memberikan data riil yang dibutuhkan, sebab selain sebagai amanat Undang-Undang, khususnya PP nomor 51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan statisik, menurutnya keluaran data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2016 ini bisa digunakan untuk mencari peluang-peluang bisnis serta bidang-bidang apa saja yang cocok untuk investasi. Ia mengaku akan menginstruksikan seluruh pengusaha di semua sektor usaha atau perusahaan, baik yang besar, menengah dan kecil dalam segala bidang, yang tergabung dibawah DPD APINDO Wonosobo untuk bisa bekerja sama dengan BPS. 
Meski demikian, ia berharap kepada BPS maupun Pemkab Wonosobo, tetap ada sosialisasi kepada seluruh pengusaha Wonosobo serta penyebaran brosur-brosur, pamflet, spanduk atau banner, termasuk pemberitahuan ke perusahaan dengan dilampiri tembusan kepada camat serta Polsek setempat, agar proses sensus bisa berjalan dengan lancar. 
Sementara Kepala BAPPEDA Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengaku terbantu dengan adanya sensus ekonomi ini, sebab data yang dihasilkan nantinya bisa menjadi acuan dalam perencanaan program dan kebijakan pembangunan daerah. Ia tidak menampik anggapan sulitnya mencari data yang valid, yang mana hal ini berimbas pada lemahnya proses perencanaan pembangunan daerah. Untuk itu ia sangat berharap, sensus ekonomi kali ini bisa berjalan dengan baik, dan data yang terkumpulkan sebenar-benarnya data riil, sehingga tidak ada penafsiran yang keliru, oleh siapapun nantinya yang menggunakan data ini. 
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here