Awas, Wonosobo Rawan Pernikahan Usia Dini


WONOSOBOZONE – Kabupaten
Wonosobo rawan pernikahan usia dini, usia rata rata perempuan menikah di
Wonosobo 16,7 tahun. Itu menyebabkan berbagai masalah kependudukan. Hal itu
diungkapkan Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Kabupaten Wonosobo, Junaedi, SKM. M.Kes, pada acara
Review Program Kependudukan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Wonosobo Tahun
2015. Bertempat di RM. SariRasa, Senin, 26 Oktober 2015.
Junaedi
juga menyampaikan bahwa pernikahan di usia dini akan memunculkan berbagai
permasalahan sosial dan kependudukan, seperti bayi kekurangan gizi, masalah
tumbuh kembang anak, pendidikan hingga masalah perceraian yang angkanya semakin
tinggi di Kabupaten Wonosobo, yang disebabkan oleh pernikahan dini. Pada
dasarnya mereka belum siap untuk membina sebuah keluarga. Factor budaya dan
adat yang masih kuat melekat di tengah masyarakat, juga menentukan tingginya
angka pernikahan dini di Kabupaten Wonosobo.
Oleh
karena itu perlu
ditekankan, bahwa program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan
keluarga merupakan program strategis yang harus menjadi perhatian bersama, serta
menuntut seluruh stakeholders untuk terus bekerja keras secara sinergis,
terarah, tepat sasaran serta berkesinambungan, terutama dengan lebih
mengoptimalkan berbagai program kependudukan, keluarga berencana dan
pembangunan keluarga, serta penanganannya harus dilakukan secara multi sektor
dan bersinergi.
Sementara
pada kesempatan itu sekretaris BAPPEDA Kabupaten Wonosobo, Asngari, dalam
paparan materinya menyampaikan arah kebijakan Perencanaan Pembangunan Bidang
Kependudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten Wonosobo. Sinkronasi kebijakan
dalam rangka pengendalian kuantitas dan peningkatan kualitas penduduk,
Pemenuhan kebutuhan alat dan obat kontrasepsi, Peningkatan kualitas layanan KB,
Peningkatan jumlah dan kapasitas tenaga lapang KB dan petugas kesehatan pemberi
layanan KB, Penguatan kapasitas kelembagaan KB di tingkat masyarakat, Penguatan
ketahanan dan pemberdayan keluarga, Advokasi kesehatan reproduksi bagi remaja.

Acara
ini dikuti oleh 120 orang dari dinas instansi terkait, BKKBPPPA, Koalisi
Kependudukan, Fapsedu, Pusat studi kependudukan dan keluarga berkualitas UNSIQ,
PKBD, PIK Remaja, Mahasiswa, BPC AKU.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here