Atlet Sepak Takraw Wonosobo Runner Up Invitasi Nasional Antar Perguruan Tinggi UNY Cup

WONOSOBOZONE – Atlet Sepak Takraw Wonosobo, yang membawa panji Universitas Sains dan Ilmu Al Quran (UNSIQ) Wonosobo berhasil tampil prima dan meraih prestasi dalam ajang invitasi nasional antar perguruan tinggi UNY Cup 2016, diantaranya runner up di nomor regu dan juara 3 di nomor double.
Menurut salah satu atlet yang ikut tampil, Adi Alfian, di kampusnya, Jumat, 25 November, dalam ajang yang digelar pertengahan November ini, ia bersama 4 rekannya yang lain, yang juga tercatat sebagai mahasiswa UNSIQ, pada awalnya optimis bisa menjadi juara, mengingat mereka yang tampil merupakan atlet andalan Wonosobo, yang telah berprestasi di berbagai ajang, seperti di ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Kedu Pekalongan Banyumas (Dulongmas) serta Kejurprov. 
Namun karena dukungan dan motivasi tim lawan, yang notabene tim tuan rumah, sehingga mereka cukup puas menjadi juara dua di nomor regu dan juara tiga di nomor double. Khusus di nomor regu, pertarungan ketat dengan tuan rumah UNY, memaksa pertandingan berjalan 3 set dan memakan waktu hampir 2,5 jam, dengan skor tipis yakni 17-21, 21-13 dan 19-21, atau dengan kata lain selisih poin cuma 2 angka di set terakhir. 
Tim UNSIQ Wonosobo sendiri, selain dirinya yang saat ini duduk di semester VI, terdiri dari Slamet Wijiono yang masih duduk di semesteri I, Ngako mahasiswa teknik semester I, Ahmad Makin mahasiswa KPI semester II dan Nuris Nursyahid mahasiswa teknik semester II. Dibawah arahan pelatih Fathan Saida. Seluruhnya juga merupakan warga desa Kreo kecamatan Kejajar.
Raihan ini, menurut Adi, juga tidak terlepas dari perhatian beberapa pihak, seperti dari kampus UNSIQ tempat mereka menimba ilmu, dari Pemerintah Kecamatan dan Desa, dan dari Persatuan Sepak Takraw Kabupaten Wonosobo yang senantiasa memberikan dorongan dan motivasi kepada mereka, baik saat latihan maupun di tengah kejuaraan. Dari pihak kampus UNSIQ perhatian diberikan berupa fasilitas latihan dan GOR khusus bagi mereka, sedang dari Pemerintah Kecamatan dan Desa bentuk perhatian diperlihatkan dengan menyilahkan balai desa disulap menjadi tempat latihan sepak takraw. 
Ketua Persatuan Sepak Takraw Kabupaten Wonosobo, Gatot Hermawan, sangat apresiatif terhadap raihan ini. Ia berharap mereka tidak cepat berpuas diri, karena masih banyak hal yang bisa ditingkatkan serta prestasi yang masih bisa diraih. Hal ini juga tidak terlepas dari target pihaknya, yang mencanangkan program menuju takraw nasional, yang sudah dicanangkan sejak tahun 2013, sehingga salah satu yang menonjol dari atlet takraw asal Wonosobo adalah motivasu tinggi dan punya mental baja saat bertanding.
Untuk mempertahankan prestasi yang sudah diraih, pihaknya juga senantiasa menekankan kepada para atlet agar rutin berlatih, meski tidak ada pertandingan, utamanya dalam mengatur pernapasan atau VO2 Max mereka, sehingga stamina dan fokus pertandingan mereka tetap terjaga. Termasuk kepada Pemerintah dan KONI Kabupaten Wonosobo, pihaknya terus berupaya agar mereka bisa membantu meningkatkan sarana prasarana latihan para atlet, minimal dengan membuat alas lantai pertandingan dari kayu, sehingga tidak ada lagi korban patah tangan yang pernah dialami atlet karena terjatuh saat melakukan jumping smash atau block.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here