Antisipasi Peredaran Narkoba, Kodim Gelar Tes Urine Anggota

Tes Urine Anggota Kodim 0707
WONOSOBOZONE – Sebagai upaya antisipasi penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif (Narkoba) serta obat terlarang di kalangan prajurit TNI, khususnya di wilayah Kodim 0707 Wonosobo, KODIM nyatakan perang terhadap narkoba. Hal ini terlihat, saat diadakan tes urine, terhadap personil TNI, oleh BNN di Makodim 0707 Wonosobo, Senin, 5 September, yang mana kegiatan ini juga menjadi agenda rutin triwulanan, yang diselenggarakan oleh KODIM bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinis Jawa Tengah.

Menurut penjelasan ketua Tim, Istantiyono yang merupakan Kepala BNN Temanggung, kegiatan ini dilakukan sebagai antisipasi, termasuk dengan memberikan sosialisasi penyampaian penjelasan tentang narkoba dan bahaya penyalahgunaanya,  dengan harapan, apa yang disampaikan pihaknya, bisa dipedomani dan disampaikan kepada seluruh warga masyarakat luas di Wonosobo.

Ia menambahkan, narkoba secara umum merupakan bahan yang menimbulkan kecanduan terhadap orang yang sering mengkonsumsinya, berupa zat atau obat, baik dari alami (tanaman) atau sintetis (bukan tanaman). Jika dikonsumsi, akan mengganggu daya pikir, daya ingat, konsentrasi, persepsi, perasaan dan perilaku, serta menimbulkan gangguan kesadaran.

Lebih lanjut dikatakan Istantiyono, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Presiden yang menyebutkan, bahwa Indonesia darurat narkoba. Dari data kejadian di Tahun 2013, tercatat empat juta orang penyalah guna narkoba, dari jumlah itu 33 orang mati perhari karena narkoba tersebut. Sedangkan di tahun 2015 naik 2,2 % atau setara dengan jumlah 4.098.029 orang penyalahguna, dilihat dari data BNN, dan tercatat 40 orang mati perhari.

Didasari hal ini, terbitlah enam Perintah Presiden terkait narkoba, pertama, instansi seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, harus bergerak bersama secara bersinergi. Semua kementerian lembaga diharapkan menghilangkan ego sektoral dan semuanya di keroyok bersama.
Kedua, pernyataan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba. Ketiga, menutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk ke mana-mana. Keempat, Presiden meminta agar digencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan kampanye ini utamanya menyasar generasi muda. Kelima, perlu ditingkatkannya pengawasan yang ketat pada Lapas sehingga Lapas tidak dijadikan pusat penyebaran dan peredaran narkoba. Dan keenam, terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba, program rehabilitasi harus  berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba bisa betul-betul terputus.

Sementara itu, Dandim 0707 Wonosobo, Letkol.CZI.Dwi Haryono, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini, sebagai upaya memerangi penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan anggota KODIM. Jika ada atau ditemukan, segera akan bisa diantisipasi sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba. 
Dari 30 sampel urine personil TNI yang di tes secara acak, Kepala BNN Temanggung, Istantiyono menyatakan, semuanya negatif atau tidak ditemukan adanya penggunaan narkoba. Menurutnya, setelah dilakukan tes urine satu persatu, sejumlah tigapuluh sampel urine ini, dinyatakan negatif. Jenis-jenis narkoba apapun tidak ditemukan di anggota Kodim 0707 ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here