Antisipasi Bencana Serupa, Warga Prau Tanam 2000 Bibit Cemara

WONOSOBOZONE – Puluhan Anggota gabungan dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) dan pengelola gunung Prau melaksanakan kegiatan tanam bibit pohon Cemara disepanjang anakan sungai Serayu dan area Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo. Penanaman pohon ini, dilakukan untuk mengantisipasi adanya pengikisan tanah yang mengakibatkan banjir. Mengingat beberapa minggu sebelumnya di wilayah tersebut mengalami banjir dan longsor yang cukup parah.
“Setelah beberapa kali mengalami bencana, kami berinisiatif untuk melakukan kegiatan ini. Dengan adanya penanaman pohon disepanjang sungai Serayu dan lereng Gunung Prau, semoga bahaya pengikisan tanah akibat banjir atau lainnya bisa berkurang bahkan mampu dicegah,” ujar Harsono, ketua The Bull Eggs, salah satu pengelola Gunung Prau, Rabu pagi (15/3).
Ia menambahkan, bibit pohon Cemara angin atau yang biasa disebut dengan cemara siu ini adalah salah satu bibit pohon yang cocok untuk ditanam dikawasan pegunungan Dieng, termasuk Prau. 
Selain bull eggs, penanaman pohon sebanyak 2000 bibit ini diikuti sedikitnya oleh 60 anggota personil gabungan dari organisasi masyarakat yang ada di desa Patakbanteng, Kec. Kejajar.
“Kami (The Bull Eggs) bersama Hansip, OI Malahayati Dieng, Banser dan Ansor ranting Patakbanteng menanam 2000 bibit pohon lebih di anakan sungai Serayu serta ratusan pohon di sekitar Gunung Prau. Penanaman pohon ini akan kami jadikan agenda tahunan sekaligus penutupan rutin wisata gunung Prau selama 3 bulan, yakni Januari sampai Maret,” tambahnya kepada Wawasan.
Sementara, Kepala Desa Patakbanteng, Muhammad Ali, mengapresiasi positif atas kegiatan penghijauan yang dilakukan. Menurutnya, selain ada kegiatan penanaman, pendidikan merawat tanaman bagi masyarakat umum juga perlu digencarkan. “Penanaman pohon ini akan berjalan dengan hasil yang maksimal bilamana masyarakat juga diberikan edukasi tentang merawat tanaman pohon yang telah ditanam di bagian kanan dan kiri sungai” katanya.
Lebih dari itu, Ali meyakini penghijauan di lereng Gunung Prau akan meningkatkan daya tarik wisata desa Patakbanteng, yang kini sudah cukup populer. “Selama ini kawasan Dieng khususnya Prau memang membutuhkan penanaman berupa tanaman keras untuk membantu menyerap air sekaligus sebagai penahan tanah, agar tanah gembur diwilayah setempat tidak mudah longsor,” pungkasnya. (Ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here