Angkat Lakon “Mbangun Kautaman” Pentas 5 Dalang Sukses Hibur Warga Wonosobo

WONOSOBOZONE – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Mbangun Kautaman di Gelanggang Olahraga (GOR) Wonolelo, Selasa (21/3) malam sukses menghibur warga masyarakat Wonosobo. 5 Dalang yang pentas, yaitu Ki Bambang Sutejo, Ki Bambang Supriyadi, Ki Edi Sugiyono, Ki Heru Purwana dan Ki Harjono tampil maksimal membawakan cerita tiga suri teladan dari sifat tiga tokoh utama dalam lakon tersebut, yaitu Bambang Sumantri, Kumbakarna, dan Adipati Karna. “Ketiga tokoh tersebut memiliki karakter berbeda dalam sifat, watak maupun tekadnya,” jelas Ki Bambang Sutejo saat ditemui sebelum naik pentas.
Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Wonosobo, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo itu menerangkan perihal diangkatnya lakon Mbangun Kautaman, dimana melalui ketiga tokoh utama tersebut, para penonton diajak memaknai sebuah proses dalam menggapai keutamaan hidup. Seorang Bambang Sumantri, atau juga kemudian dikenal sebagai Patih Suwondo menurut dalang senior Wonosobo itu, adalah tokoh dari Kerajaan Maespati yang dikenal pemberani, serta penuh tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diamanahkan kepadanya.
Sementara, Kumbakarna dijelaskan Bambang adalah raksasa berwatak kstaria. Hal itu ditunjukkan dengan perlawanannya kepada sang kakak Dasamuka, yang juga  seorang raja Ngalengka. Kumbakarna tak bersedia membela ketika sang kakak bertindak angkara murka. Sifat ksatria juga ditunjukkannya dengan senantiasa siap berkorban jiwa raga untuk membela tanah airnya. Tokoh ketiga, yaitu Adipati Karna, diungkap Bambang adalah seorang raja di Kerajaan Ngawangga yang dikenal teguh dalam memegang janjinya sebagai sumpah Ksatria, bahkan ketika harus berkorban jiwa untuk membalas budi Raja Astina, Prabu Kurupati dengan menghadapi adiknya sendiri, Arjuna. “Pementasan wayang kulit ini juga menjadi bagian dari upaya kami memperkenalkan forum komunikasi media tradisional (FK Metra) yang merupakan program dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo untuk menggandeng kesenian tadisional sebagai media sosialisasi program pembangunan Pemkab,” tandas Bambang.
Tak hanya para pejabat eksekutif maupun legislatif yang setia menonton pagelaran wayang dalam rangka peresmian proyek-proyek Pemkab 2016 itu, ratusan warga yang memenuhi GOR Wonolelo pun mengakui sangat terhibur. “Unik karena ini dipentaskan 5 dalang dan lakon yang diangkat juga sangat menarik, sehingga saya memutuskan untuk menonton sampai tuntas,” ungkap Amin Hidayat, salah satu penonton dari Kelurahan Kejiwan yang datang ke GOR bersama sejumlah teman. Ke depan, Amin berharap agenda hiburan yang edukatif seperti wayang kulit lebih sering digelar.
(Danang Hari Purnomo – Staf Diskotik Pemkab Wonosobo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here