Anggota BK TKI Wonosobo Ikuti Pelatihan Keterampilan

WONOSOBOZONE – Sedikitnya 40 orang dari 14 Kelompok Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (BK TKI) yang ada di Kabupaten Wonosobo mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan, yang digelar Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Kantor BKKB PP dan PA, selama beberapa hari kedepan.
Kementrian PP dan PA yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan Dalam Ketenagakerjaan di Dalam Negeri, Asdep Perlindungan Hak Perempuan Dalam Ketenagakerjaan, Sumbono, di tengah pelatihan, Jumat, 27 Mei di Resto Ongklok menjelaskan, alasan memilih Kabupaten Wonosobo sebagai titik awal program pelatihan ini, karena melihat di Wonosobo banyak kantong-kantong TKI dan sudah terbentuknya Kelompok Bina Keluarga TKI, sehingga perlu dilakukan pelatihan semacam ini, agar meningkatkan keterampilanya untuk mandiri, dan tidak lagi berkeinginan untuk kembali bekerja ke Luar Negeri.
Kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini, dinilai sangat menentukan keberlanjutan program, sehingga diharapkan menjadi contoh bagi Kabupaten/ Kota lain, khususnya di kantong-kantong TKI, baik dari sisi antusiasme peserta, jumlah peserta, waktu pelatihan dan tentunya output yang dihasilkan, agar produktif, mandiri dalam melakukan wira usahanya untuk meningkatkan pendapatanya.
Menurut keterangan Kepala BKKB PP dan PA, Junaedi, BK TKI Wonosobo sendiri terbentuk pada 06 Juni 2011 lalu, yang diawali di tiga desa di tiga wilayah Kecamatan, yakni Desa Kuripan Kecamatan Watumalang, Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro, dan Desa Kadipaten Kecamatan Selomerto, dan menurut data yang tercatat di BKKB PP dan PA sudah terbentuk 14 kelompok, yang tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Wonosobo dan masuk dalam Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI)
Dari kelompok BK TKI yang ada di Wonosobo, beberapa di antaranya sudah berhasil dalam menggerakkan usaha ekonomi produktif, diantaranya dari kelompok Capar dengan produksi rengginangnya yang sudah menembus pasar nasional, dan dari Erorejo dengan abon ikannya, tracap dengan koperasi sembakonya dan masih banyak lagi yang sebenarnya sudah sangat produktif dan potensial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here