Aktif Kunjungi Perpustakaan Desa, Pelaku Usaha Kecil Dilatih Pasarkan Produk Via Online

WONOSOBOZONE – Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Wonosobo menunjukkan apresiasi terhadap para pengunjung rutin perpustakaan desa. Para pemustaka tersebut, khususnya yang telah memiliki usaha skala mikro kecil dan menengah (UMKM), diberikan fasilitas pelatihan komputer dan teknik memasarkan produk via internet, atau lebih dikenal dengan online shop. Kepala Seksi Informasi Pengembangan dan Kemitraan Kantor Arpusda, Elly Purwaningsih mengungkap alasan difasilitasinya para pelaku usaha itu menjadi bagian dari upaya untuk mengejar ketertinggalan. Ditemui di sela acara pelatihan teknik pemasaran online, yang digelar di SMK Negeri 1 Wonosobo, Sabtu (3/12), Elly menjelaskan, latar belakang dari digelarnya pelatihan itu tidak lepas dari aktivitas para pelaku usaha, yang kerap mencari referensi di Perpustakaan Desa masing-masing.
“Selama ini mereka para pelaku usaha kecil banyak yang kesulitan memasarkan produknya, terutama di tengah persaingan global yang telah merubah metode pemasaran, dari offline menjadi online,” terang Elly. Banyak pemustaka di perpusdes, yang menurut Elly kemudian datang ke Perpustakaan Daerah untuk berkonsultasi, sehingga pihaknya pun tergerak untuk mengakomodasi kebutuhan mereka. “Yang kami bantu ini utamanya yang memiliki usaha skala mikro, dan datang dari kalangan tidak mampu, tapi memiliki semangat untuk berkembang,” jelasnya. Elly mengaku untuk kesempatan pertama ini, ia baru bisa mengajak 40 pemustaka sekaligus pemilik usaha untuk diberikan kesempatan menjalani pelatihan selama sepekan. Sebagian besar dari pelaku usaha itu, menurut Elly bergerak dalam pengolahan makanan maupun minuman. Dibantu para mentor dan instruktur yang kompeten, para peserta pelatihan diakui Elly menjadi lebih paham bagaimana cara membuat produk mereka bisa dipasarkan secara online.
Manfaat pelatihan tersebut diakui sangat positif oleh Walkinah, salah satu peserta dari Perboto, Kalikajar. Perempuan yang menekuni usaha pembuatan kripik pare itu mengakui selama ini pemasaran produknya masih menggunakan metode pemasaran konvensional. “Biasanya ya dari mulut ke mulut melalui teman-teman untuk membantu memasarkan produk kami, atau kadang juga melalui media BBM dan WhatsApp” jelasnya. Walkinah mengaku sangat bersyukur bisa turut menjadi salah satu peserta pelatihan pemasaran online yang digelar Kantor Arpusda. “Senang karena di sini diajari pula teknik mengambil gambar dengan kamera, sehingga ketika dipasarkan melalui internet lebih menarik,” ungkapnya.
Wiryadi, praktisi pemasaran online yang ditunjuk sebagai mentor pelatihan menyebut, untuk memasarkan produk melalui internet sekarang sudah sangat umum. “Kami lebih mendorong agar para pelaku usaha di Wonosobo ini memanfaatkan situs-situs penjualan online maupun media sosial,” tegas Wiryadi. Pemanfaatan situs yang sudah mapan, seperti bukalapak atau membuat grup tersendiri di medsos, menurut Wiryado lebih efektif dan efisien, karena tidak perlu membayar sewa domain. Para peserta pelatihan, menurut Wiryadi juga dilatih materi teknik fotografi, sehingga hasil foto yang dihasilkan menjadi lebih bagus dan diminati pembeli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here