Aksi Seribu Lilin Lawan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

WONOSOBOZONE – Sebagai wujud keprihatinan akan banyaknya kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan di Indonesia baru-baru ini, Upipa Wonosobo bersama Koalisi Akademi Peduli Perempuan ( KAPP ) , dan PIK-Remaja gelar Aksi Damai Seribu Lilin, Sabtu (21/5) malam di Alun-alun Wonosobo. #mereka adalah kita, #kita bersama mereka dan #save our sister menjadi topik yang diserukan dalam aksi tersebut.
Doa bersama dan penyalaan lilin juga dilakukan sebagai dukungan dan aksi nyata bahwa saat ini Indonesia darurat kekerasan seksual terhadap perempuan. Karena jenis kekerasan terhadap perempuan tertinggi adalah kekerasan Seksual.
“Belum kering air mata kita atas kasus kekerasan seksual yang dialami oleh YY, kasus kekerasan seksual yang melibatkan 58 korban di Kediri, kita dicengangkan dengan kasus kekerasan seksual gagang pacul yang dialami oleh EN”, kata Tafrihan, Koordinator Aksi dari Upipa Wonosobo.
Saat ini pemerintah tengah mendorong terbitnya perpu kebiri, sebagai upaya untuk menekan kejahatan kekerasan seksual. Akan tetapi sebenarnya yang terjadi di lapangan, tidak semua kasus kekerasan seksual bisa diselesaikan secara hukum untuk proses keadilannya. Banyak kasus kekerasan seksual yang kasusnya terhenti tak sampai pada putusan pengadilan.
“Di Kediri, pelaku pelecehan seksual yang melibatkan 58 korban hanya mendapatkan hukuman 9 tahun penjara, hukuman ini dirasa tidak layak mengingat ada 58 korban, seharusnya pelaku mendapat konsekuensi dari satu persatu korbannya. Logikanya seharusnya 9 Tahun x 58 orang.” Jelas Tafrihan.
Dengan adanya aksi ini pihaknya juga berharap pemerintah memberikan kebijakan yang berpihak terhadap pemenuhan hak korban kekerasan, Indonesia adalah Negara hukum, jadi berikan hukuman yang tepat pada pelaku kekerasan seksual, dan harapan yang besar dalam aksi ini adalah hentikan kekerasan seksual pada perempuan sekarang juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here