Aksi Donor Darah Rutin 3 Bulanan, RSI Bantu Penuhi Kebutuhan Darah di Wonosobo

WONOSOBOZONE – Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo menggelar donor darah di aula utama RS pada Senin (4/3/2019). Dalam aksi sosial tersebut, pihak RSI menerjunkan puluhan karyawan beserta keluarganya untuk turut menyumbangkan darah yang diproyeksikan sebagai bantuan pemenuhan kebutuhan kantong darah.

Menurut Kepala Instalasi Laboratorium RSI dr. Irwan Ronal Simamora, rutinitas aksi sosial donor darah RSI dilakukan dalam rangka menindaklanjuti permintaan Palang Merah Indonesia (PMI) Wonosobo yang melakukan permohonan penyelenggaraan aksi donor darah sukarela, guna membantu mencukupi ketersediaan kantong darah, terlebih saat momen mendekati bulan Ramadhan.

“Surat permohonan baru dilayangkan PMI sekitar hari Minggu, namun kami merespon cepat untuk menyelenggarakan donor darah sukarela, bagi manajemen, karyawan, keluarga karyawan maupun keluarga pasien yang ingin berdonor,” ungkap Pria yang akrab dengan sebutan dokter Ronal itu.

Ronal mengatakan, sejauh ini pasokan darah PMI ke RSI selalu aman. Berapapun kantong darah yang dibutuhkan selalu diupayakan. Namun, pihaknya juga merasa khawatir terhadap menurunnya kesukarelaan masyarakat berdonor di momen menjelang ramadhan, akan bisa berdampak terhadap pasokan kantong darah ke rumah sakit.

“Jadi kami juga berupaya membantu menggalang darah sukarela, agar ketersediaan darah di PMI benar-benar aman,” beber dokter Spesialis Patologi Klinis itu.

Senada dengan Kepala Instalasi Laboratorium, Direktur RSI Wonosobo, dr. Sudibjo Juwono menambahkan, aksi donor darah di rumah sakit tersebut menjadi agenda rutin. Pihaknya berkomitmen menyelenggarakan donor darah rutin sedikitnya tiga bulan sekali.

“Kami sangat senang karena dalam penyelenggaraan donor darah kali ini, antusisme karyawan maupun keluarga karyawan sangat tinggi. Hampir mencapai 100 orang mendaftar untuk mengikuti donor darah tersebut,” beber pria yang intim dengan sapaan Dokter Dibyo itu.

BACA JUGA:  Ultah ke 70, PMI Adakan Syukuran

Namun menurut dokter Dibyo, pihaknya belum dapat mengetahui secara persis, dari 90 pendaftar lebih yang terdata, ada berapa yang memenuhi kriteria untuk dapat diambil darahnya.

“Yang dapat kami nilai yakni kesadaran mereka melakukan donor darah sangat bagus, semoga kebaikan ini dapat istiqomah,” tandasnya. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.