AKHIRNYA KORBAN HILANG KARENA SERANGAN BABI DITEMUKAN


WONOSOBOZONE – Pencarian yang dilakukan oleh aparat gabungan dari Polsek Kepil, Sapuran, Kalikajar dan Kertek bersama pemuda Desa Ropoh Kecamatan Kepil akhirnya menemukan warga yang hilang pasca kejadian penyerangan babi hutan. Supadi, 60 tahun, warga Desa Ropoh yang menghilang selama 9 hari akhirnya ditemukan di salah satu sudut hutan Mliwis yang berjarak 2 km dari Kp. Sipiring, lokasi penyerangan babi hutan pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober kemarin.
Supadi ditemukan dalam keadaan lemas oleh tim evakuasi saat bersembunyi diantara semak-semak. Diduga selama 9 hari tersebut, Supadi hanya minum air hujan tanpa makan. Oleh Tim Evakuasi, Supadi kemudian ditandu ke rumahnya untuk diberikan pertolongan. “Pak Supadi tidak sakit. Juga tidak ada luka di tubuhnya. Hanya kelaparan dan kurang nutrisi. Oleh karenanya kondisinya lemah,” kata Yuniarti, Tenaga Medis Desa Ropoh.
Kapolres Wonosobo AKBP Azis Andriansyah, S.H., S.I.K., M.Hum. melalui Kapolsek Kepil AKP Surakhman, S.H. menuturkan pencarian terhadap Supadi sendiri sudah dilakukan sejak Senin (7/11) pagi. “26 personel gabungan dari Polsek Kepil, Sapuran, Kalikajar dan Kertek bersama sekitar 250 orang warga Desa Ropoh, sejak pagi melakukan perburuan babi hutan sekaligus upaya pencarian terhadap Supadi,” kata AKP Surakhman. “Saat perburuan sepertinya tidak menampakkan hasil, Tim memutuskan untuk lebih fokus melakukan pencarian. Kami menyisir area sekitar 200 hektar Hutan Mliwis. Hingga akhirnya sekitar pukul 17.30 Wib Kami menemukan Supadi di dalam persembunyiannya yang tertutup semak-semak,” lanjut Kapolsek.
Petugas sempat kesulitan mengevakuasi Supadi. Meski dalam kondisi lemas, Supadi masih menolak ketika akan dievakuasi. Hingga akhirnya petugas terpaksa membawanya menggunakan tandu bambu. “Saat akan dievakuasi, Supadi seperti menolak dan ketakutan. Kami duga Supadi mengalami trauma dan ketakutan akan berita serangan babi hutan tersebut,” terang Kapolsek.
Hal itu dibenarkan oleh Kadus Sepiring, Muharto yang menyatakan jika Supadi memang cukup dikenal sebagai orang penakut. “Bila mendengar hal yang ganjil dan tidak biasa, dia mudah merasa takut. Kemudian mengasingkan diri dan menjauh dari orang maupun keluarganya untuk bersembunyi,” katanya. “Sebenarnya bukan cuma saat ini saja. Sudah beberapa kali. Namun baru kali ini Supadi bersembunyi sejauh itu,” tutur Muharto.
Hingga saat ini Supadi masih dirawat oleh keluarganya di rumah. Kondisinya sudah berangsur membaik. Namun karena traumanya, pihak keluarga melarang orang yang tidak dikenal untuk menemuinya karena ditakutkan akan menambah trauma dan melarikan diri lagi.

Source polres wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here