Ajak Warga Wonosobo Rawat Sungai Serayu, Olivia Zalianty Tebar 10.300 Ikan

Olivia Zalianty menyerahkan sertifikat ajakan menyelamatkan sungai kepada Direktur PDAM
WONOSOBOZONE – Sungai Serayu yang
berhulu di mata air Bimo Lukar, Kejajar menjadi penopang kehidupan bagi
penduduk di lima Kabupaten. Selain Wonosobo, warga Kabupaten Banjarnegara,
Banyumas, Purbalingga dan Cilacap menggantungkan kebutuhan air mereka pada
Serayu. Karena itulah, gerakan merawat dan memelihara sungai sepanjang lebih
dari 180 kilometer tersebut menjadi kewajiban semua elemen masyarakat, demi
terpeliharanya kehidupan di aliran Serayu. Pesan sarat makna tersebut
disampaikan artis peran asal Jakarta yang juga menjabat sebagai Duta Pramuka
Indonesia, Olivia Zalianty kepada seluruh warga masyarakat Wonosobo, ketika
didaulat membacakan orasi hayati dalam acara Save The River, di tepi sungai
Serayu, Kelurahan Kalibeber, Jumat (1/4).
Kepada seluruh warga
masyarakat Wonosobo maupun yang berada di sepanjang aliran Serayu, perempuan
kelahiran Jakarta 34 Tahun lalu itu juga menyerukan agar bergerak secara nyata
dalam menyelamatkan ekosistem sungai. “Jangan membuang sampah lagi di sungai,
jangan mencari ikan dengan menggunakan strum, dan mari berpartisipasi aktif
menghijaukan tepian sungai,” tegas artis yang populer berkat penampilannya di film Ada Apa Dengan Cinta ? (AADC?). Seusai turut menebar 10.300 ekor ikan berbagai jenis bersama
Bupati, Wakil Bupati dan Dandim 0707 serta beberapa pimpinan BUMD, Oliv juga
mengatakan pentingnya generasi muda, terutama pelajar dan pramuka untuk terus
menggelorakan semangat gerakan Save The River agar keseimbangan alam terjaga.
“Adik-adik pramuka di Wonosobo harus semangat menjaga karena di Wonosobo ini
sungai masih begitu jernih dan telah menjadi penopang kehidupan banyak pihak,”
tegasnya kepada ratusan pelajar berseragam pramuka yang antusias menyabut acara
Save The River.
Ajakan Duta Pramuka
tersebut selaras dengan pesan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. Kepada ribuan warga
masyarakat yang memadati tepian Serayu, Eko juga menyerukan agar mereka mulai
sekarang lebih sadar akan pentingnya sungai beserta habitat yang ada di
dalamnya. “Sungai, selain menjadi penyedia air dan menjaga keseimbangan alam
juga berfungsi sebagai habitat hidup beragam jenis makhluk yang bermanfaat bagi
alam,” pesan Bupati. Karena itulah, melalui gerakan Save The River, Eko
berharap akan tumbuh keinginan dan kesadaran semua pihak untuk ikut aktif
menjaga keberadaan Serayu. “Bibit ikan sebanyak 10.300, terdiri dari 7000 Nila,
3000 melem dan 300 sidat yang kami tebar sebagai bentuk upaya nyata mejaga
habitat dan ekosistem sungai, jangan sampai sia-sia, terlebih mati karena
diestrum,” tegas Eko menutup sambutannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here