AJAK AWASI MEDIA SOSIAL DITAHUN POLITIK BAWASLU KABUPATEN MAGELANG KUMPULKAN YOUTUBER DAN PENGGIAT MEDIA SOSIAL

MAGELANG – Ajak untuk mengawasi media sosial dari serangan hoax, politik SARA, kampanye hitam dan politik uang. Para video blogger (vlogger), blogger, penggiat media sosial diberi sosialisasi oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang, Senin (18/2/2019).

Pola perilaku para politisi selama masa kampanye Pemilu 2019 ini berbeda dengan kampanye pada Pemilu sebelumnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habib Shaleh, mengatakan, pada tahun politik kali ini masa kampanye kali ini panjang dan ketat. Para calon pun tak bisa beriklan di media cetak, televisi, radio atau online, dan hanya bisa berkampanye secara langsung di masyarakat. Hal ini membuat dunia maya tak luput dari sasaran para politisi tersebut.

“Alhasil mereka pun menggunakan dunia maya sebagai sarana berkampanye mereka. Media sosial dipenuhi dengan aktivitas kampanye dan ajakan memilih. Hal ini bisa mengundang ruang untuk pelanggaran,” ujar Habib, Senin (18/2/2019) di acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu oleh Bawaslu Kabupaten Magelang, di Hotel Atria Kota Magelang.

Bawaslu pun mengumpulkan vlogger, blogger, dan admin akun medsos yang ada di Kabupaten Magelang untuk turut serta mengawasi media sosial, agar tetap bebas dari kampanye hitam, hoaks, politik uang, dan politik SARA yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Mereka juga diminta untuk dapat menyampaikan sosialisasi Pemilu 2019 di media mereka masing-masing dengan ajakan yang positif.

Masyarakat diajak tak golput dan menggunakan hak suaranya, menumpas berita hoaks, dan menyebarkan konten yang positif.

“Bagaimana mereka para penggiat media sosial termasuk masyarakat dapat menjaga agar magelang tetap aman dan menjaga ruang dunia maya agar adem ayem, jauh dari hoaks, politisasi sara, black campaign, money politic,” katanya.

BACA JUGA:  Potensi Wisata Luar Biasa di Kumejing

Habib menambahkan, hoaks atau berita bohong ini sangat berbahaya. Contohnya seperti berita bohong dan SARA yang tersebar saat Pemilu dulu, dimana etnis Tionghoa dilempari oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Yang membuat prihatin adalah banyak hoaks yang menggunakan politisasi sara. Seperti di muntilan, dulu ada etnis tionghoa dilempari pada pemilu silam. sehingga bisa berpotensi ada poltiisasi sara.oleh karena itu perlu segera dicegah,” ujarnya.

Artikel ini dikutip dari tribunnewa.com dengan judul “Kumpulkan Youtuber dan Penggiat Media Sosial di Magelang Bawaslu Ajak Awasi Media Sosial” Penulis Rendika F, link
http://jogja.tribunnews.com/2019/02/18/kumpulkan-youtuber-dan-penggiat-media-sosial-di-magelang-bawaslu-ajak-awasi-media-sosial?page=2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.