‘Aisyiyah Siap Perangi TB Di Wonosobo

WONOSOBOZONE – Menurut data WHO tahun 2016, Indonesia menempati peringkat tertinggi ke-2 di dunia setelah India dalam kasus TB (Tubercolosis). Ini keadaan yang sangat gawat, sehingga Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan dan juga PP ‘Aisyiyah bekerjasama memberantas TB hingga ke pelosok negeri. Kab Wonosobo menjadi salah satu project dari 150 Kabupaten/Kota se Indonesia yang ikut menangani kasus TB melalui tim SSR TB HIV Care ‘Aisyiyah Wonosobo. Demikian disampaikan Koordinator SSR TB HIV Care ‘Aisyiyah Wonosobo, Khairul Basyari.

Bertempat di kantor Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Wonosobo, Jl. RSU, gang Cemara No. 1, Senin (9/10), Khairul juga menyampaikan bahwa kasus TB di Wonosobo sudah sangat banyak dan yang belum ditemukan jauh lebih banyak. “Oleh karena itu melalui SSR TB HIV Care, ‘Aisyiyah siap membantu Pemerintah Daerah dalam penanggulangan TB di Kabupaten Wonosobo” ungkap Khairul.

Wujud keseriusan SSR TB HIV Care ‘Aisyiyah dalam penanggulangan TB di Wonosobo, berbagai kegiatan dilaksanakan dalam upaya penanggulangan TB. “September 2017 menjadi ajang SSR TB HIV Care ‘Aisyiyah merangkul, berkomunikasi, koordinasi antar lintas sector, komunitas dan masyarakat Wonosobo agar bersama sama berperan untk perang melawan TB. Rangkaian kegiatan ini sebagai langkah bersama untuk bisa menyadarkan masyarakat  tentang bahaya TB dan juga sebagai bahan lobi ke Eksekutif maupun Legislatif” jelas Khairul.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan SSR TB HIV Care ‘Aisyiyah Wonosobo bulan September adalah di tanggal 4 September dilaksanakan Koordinasi CSO dan jaringan level distrik, dimana kegiatan ini sebagai koordinasi awal dari ‘Aisyiyah terhadap pemangku kebijakan, lintas sector memperkuat jaringan, pemaparan capaian ‘Aisyiyah dalam program TB dan juga permasalahan di lapangan serta mencari solusi bersama terutama belum adanya Perda atau Perbup TB HIV di Wonosobo. Dan ditindaklanjuti Pembentukan Aliansi, Isu utama dan Pesan Kunci pada 7, 8 dan 9 September, dengan pembentukan Aliansi bersama bernama Zobo Zero TB HIV untuk melawan TB dan HIV di Wonosobo, dimana aliansi ini dibentuk oleh 5 perwakilan Non Government Organization yang diambil dari peserta CSO. Antara lain ‘Aisyiyah, Muslimat NU, KPA, Wonosobo Youth Center dan PKK Kab Pokja 4.

Selain itu di tanggal 12-13 September dilaksanakan Capacity Building of CSO Program Management and Fundraising Community TB-HIV Care Aisyiyah dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat tentang management program dan penggalangan sumberdaya. “Diharapkan semua peserta paham betapa pentingnya program penanggulangan TB dan HIV ini tetap ada dan tidak lagi bergantung pada dana luar negeri. Karena program penanggulangan TB dan juga HIV saat ini masih sangat bergantung pada Global Fund sebagai pendonor dana untuk Indonesia. Sehingga suatu hari Global Fund pasti akan habis dan Indonesia harus mandiri dalam pembiayaan program TB dan HIV” jelas Khairul. Di tanggal 19-20 September dilaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas CSO dalam komunikasi dan Advokasi, ini adalah tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya, dimana tujuannya adalah Meningkatkan komitmen peserta untuk berperan aktif melakukan Advokasi sebagai upaya Penanggulangan TB-HIV di wilayahnya masing-masing.

Dan ditindaklanjuti dengan kegiatan Pelatihan Pengawas Menelan Obat (PMO) pada 26-27 September, yang merupakan salah satu program unggulan SSR TB HIV Care ‘Aisyiyah adalah program pelatihan PMO bagi keluarga penderita TB. Ini sangat penting dilakukan mengingat peran serta dan pengawasan dari keluarga terdekat pasien TB sangat vital. Serta pada tanggal 29 September dilaksanakan kegiatan Round Table Discussion (RTD) Analisa Situasi TB 2017. Dimana tujuan dari kegiatan ini adalah verifikasi terhadap hasil Analisis Situasi dari pengolahan data primer dan sekunder serta mendapatkan usulan rekomendasi kebijakan di tingkat Kabupaten/Kota yang akan dirumuskan ke dalam Police Paper. ‘Aisyiyah bekerjasama dengan Pusat KP-MAK FK UGM melakukan analisa situasi TB di Jawa tengah , hasil analisa situasi ini akan menjadi bahan Road Map TB dan juga advokasi ke pemerintah.

“Dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan TB di Kabupaten Wonosobo, SSR TB HIV Care ‘Aisyiyah Wonosobo menggandeng beberapa unsur seperti BAPPEDA, Bagian Kesra, Dinas Kesehatan, RSUD KRT. Setjonegoro, RS PKU Muhammadiyah, RSI, Muslimat NU dan juga SKPD dan LSM lain” pungkas Khairul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here