Ada 5000 Masjid Di Kabupaten Wonosobo

WONOSOBOZONE – Penilaian lomba kebersihan, keindahan dan kemakmuran (K3) masjid, bisa menjadi wahana pembinaan tempat ibadah sekaligus lebih memaksimalkan masjid sebagai tempat ibadah. Hal ini diungkapkan salah satu tim penilai lomba K3 masjid tingkat Kabupaten Wonosobo, Bejo Taruno, saat menilai Masjid Al Istiqomah di Kampung Munggang Atas Kelurahan Kalibeber, yang merupakan wakil Kecamatan Mojotengah, Kamis, 28 April.
Menurut Bejo, masjid merupakan pusat ibadah dan kegiatan umat Islam yang berfungsi memberikan kedamaian dan memperkokoh tali silaturahmi. Melalui pembinaan masjid yang disinergikan dengan penilaian lomba K3, diharapkan bisa membuang anggapan, bahwa masjid bukan semata-mata tempat untuk melaksanakan shalat ataupun pengajian semata. Namun secara lebih luas, esensi keberadaan masjid yang ada di sekitar lingkungan masyarakat, akan banyak tergali fungsinya yang bisa dimanfaatkan, termasuk sebagai sarana untuk melakukan perbuatan yang mengandung kebaikan dan kebajikan.
Terkait penilaian K3 masjid sendiri, penilaian di Masjid Al Istiqomah merupakan penilaian terakhir. Sebelumnya penilaian sudah dilaksanakan sejak tanggal 19 April di 15 kecamatan. Aspek penilaian meliputi idaroh atau administrasi, imaroh atau kegiatan program dan riayah atau perawatan fisik, yang dilakukan oleh tim terpadu, yang berasal dari Dewan Masjid Indonesia (DMI), ICMI, Kantor Kemenag, Dinas Kesehatan, Bagian Sosial dan Kesra Setda serta akademisi dan beberapa unsur terkait.
Menurutnya, butuh setidaknya 30 tahun untuk berkeliling di sekitar 5000 masjid yang ada di Wonosobo, untuk melakukan pembinaan, sehingga bisa menjadikannya sebagai sarana ibadah dan tempat menjalankan kewajiban sebagai Umat Islam dengan sebaik-baiknya. Saat ini, setidaknya sudah 104 masjid se-Wonosobo yang dikunjungi pihaknya.
Senada hal ini, Camat Mojotengah, Kristiyanto, di hadapan puluhan takmir Masjid yang berlokasi di RT.02 RW.12 Kelurahan Kalibeber serta ratusan masyarakat kampung Munggang Atas, yang telah menyiapkan sambutan meriah sejak pagi ini, menekankan agar masyarakat tidak berhenti dalam memanfaatkan dan memakmurkan masjid. Tidak berhenti sebatas dalam menghadapi lomba saja. Namun yang terpenting, bisa menjadikan masjid sebagai sarana ibadah dan pendidikan. Tidak hanya bagi kaum dewasa saja, tapi utamanya bagi anak-anak dan kaum muda, untuk lebih melakukan pendalaman agama. Hal ini selain sebagai upaya peletakkan dasar pendidikan karakter, juga menunjukkan adanya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental.
Sementara takmir masjid Al Istiqomah, Ardi Subarkah, menyampaikan, masjid tersebut berdiri diatas tanah wakaf alamarhum H.Darussalam, warga Kampung Sidomulyo, sejak 2 September 1992. Semula masjid ini adalah masjid kecil dan sederhana, yang dibangun oleh swadaya murni warga RW.12 Munggang Atas. Sejak tahun 2011, seluruh warga sepakat memugar masjid lama untuk dilakukan pembangunan renovasi, melalui dana infaq dan sedekah dari warga dan jemaah masjid, serta dari beberapa donatur dan sumbangan-sumbangan lain yang tidak mengikat. Sampai tahun 2013, total biaya pembangunan masjid baru ini menghabiskan total dana sejumlah 380 juta rupiah. Seiring waktu, dana yang keluar adalah dana pemeliharaan rutin dan finisihing beberapa bagian masjid yang disesuaikan dengan keadaan masjid, termasuk membuat taman masjid, agar lingkungan masjid, yang jamaahnya 95% berasal dari 110 KK dari 3 RT di kampung Munggang Atas, lebih indah dan asri.
Untuk lebih memakmurkan masjid, selain sholat, baik wajib maupun sunah, juga kerap digelar majelis taklim, TPQ, pengajian selapanan, peringatan hari besar Islam, kegiatan remaja masjid, juga bimbingan merawat jenazah serta bimbingan seni baca Al Quran dan seni budaya Islam. Selain upaya-upaya ini, pihaknya juga rutin memberikan pelayanan perpustakaan dan poliklinik, serta aktif membuat majalah dinding dan mengelola zakat infaq dan sodaqoh masyarakat dengan membentuk Badan Pengelola Zakat, Infaq dan Sodaqoh (BPZIZ).
Sedangkan untuk membantu perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, takmir Masjid juga mendirikan koperasi yang bernama koperasi Al Istiqomah, dengan kegiatan simpan pinjam, tabungan hari raya, tabungan sampah dan tabungan wisata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here