AABI Wonosobo Kian Eksis Di Misi Sosial, Kumpulkan Donasi Untuk Bantu Sesama

Melongok Kiprah AABI Cabang Wonosobo. 

WONOSOBOZONE – Organisasi Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) Cabang Wonosobo semakin menunjukkan eksistensinya dalam misi-misi sosial kemanusiaan. Setelah beberapa waktu lalu menyantuni seorang penyandang penyakit kelainan kulit di Selomerto, Minggu (3/12) AABI Cabang Wonosobo terlihat mengunjungi kediaman Agus Setiawan (22), warga penyandang disabilitas dari Desa Timbang, Kecamatan Leksono yang sejak usia 7 tahun mengalami kelumpuhan tubuh. Penasehat AABI Cabang Wonosobo, Agus Purnomo menyebut kunjungan ke rumah Agus Setiawan tersebut sebagai bentuk empati sesama Aguser, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional. “Mas Agus ini merupakan Aguser difabel yang perlu mendapatkan perhatian, sehingga kita berkunjung kesini selain untuk memberikan bantuan juga membawa harapan agar keluarga nya bisa mendampingi Agus Setiawan dengan ikhlas,” ungkap Agus seusai penyerahan bantuan berupa uang, baju dan sarung serta sebuah jam tangan.


Jam tangan yang diberikan kepada Agus Setiawan tersebut, menurut Agus Purnomo merupakan permintaan khusus, karena selama ini ternyata pemuda yang belum pernah mengenyam pendidikan formal itu sangat menginginkan jam. “Kalau uang itu kami berikan agar ibunda Agus Setiawan, yaitu Ny. Painah dapat membuka usaha secara mandiri sebagai penopang kebutuhan keluarga,” tutur Agus. AABI Wonosobo, diakui Agus Purnomo sangat prihatin melihat nasib salah satu Aguser yang menyandang disabilitas, sehingga para anggota berinisiatif mengumpulkan donasi untuk membantu meringankan beban hidupnya. 


“Agus ini sudah sejak usia 7 tahun tidak dapat berjalan, setelah sebelumnya panas tinggi dan tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai,” jelas Agus Purnomo. Sang ayah, yang merupakan tulang punggung ekonomi keluarga, menurut Agus sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Penderitaan belum berakhir, karena setelah kepergian sang ayah, Ny Painah mesti melunasi hutang-hutang biaya pengobatan suaminya. “Rumahnya terpaksa dijual untuk menutupi hutang-hutang itu, sehingga kini mereka tidak memiliki hak atas rumah yang ditempati,” beber Agus. Setelah dibantu modal usaha tersebut, Painah mengaku akan segera menggunakannya untuk memulai usaha berjualan tempe.


Adanya sambutan positif dan niat baik untuk menggunakan uang bantuan dari AABI Wonosobo tersebut, diapresiasi Agus Ida, salah satu pengurus AABI yang juga aktif di Karang Taruna Kabupaten. “Bantuan ini amanah dari anggota AABI seluruh Indonesia, bahkan seluruh Dunia yang telah turut berempati pada nasib sesama kami yang kurang beruntung,” kata Agus Ida. Ke depan, ia mengaku ingin agar lebih banyak lagi Aguser yang berpartisipasi dalam berbagai misi sosial kemanusiaan, sehingga secara nyata AABI dapat lebih banyak berkontribusi meringankan beban warga masyarakat yang membutuhkan uluran bantuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here