98 Kader GP Ansor Wonosobo Jalani Diklatsar Di Tlogojati

WONOSOBOZONE – Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Rayon Kecamatan Wonosobo kembali menggelar  pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) bagi para kader barunya. Tak kurang dari 98 orang menjadi peserta pelatihan kader dasar (PKD) dan Diklatsar yang dipusatkan di Desa Tlogojati, mulai Jumat (27/1) tersebut. Ketua GP Ansor Tlogojati, Main Mustofa saat ditemui di sela acara pembukaan Diklatsar, di lapangan desa setempat menjelaskan, ke-98 peserta tidak hanya berasal dari rayon Wonosobo saja. “Ada yang bahkan dari Kabupaten Pemalang dititipkan untuk turut menjalani PKD dan Diklatsar di Tlogojati ini,” terang Main. Selain itu, Main juga menyebut ada peserta yang berasal dari rayon Mojotengah dan Garung.
Seluruh peserta, menurutnya akan mengikuti materi PKD selama sehari semalam ditambah Diklatsar selama tiga hari dua malam. “Untuk PKD lebih kepada teori keaswajaan, kebangsaan dan materi-materi terkait pemahaman terhadap NU, sementara Diklatsar lebih ke pendidikan kemiliteran untuk menempa fisik dan mental kader,” lanjut Main. Pihak penyelenggara, diakuinya memiliki tujuan dalam memberikan materi PKD maupun Diklatsar, yaitu untuk menempa karakter kader, agar tahan banting, lebih cinta tanah air, dan siap membela bangsa dan Negara dari berbagai ancaman yang muncul. “Rata-rata kader muda ini kami latih juga agar mereka tak terjerumus pada arus modernitas dan kenakalan remaja yang cenderung berdampak negatif,” tandasnya.
Harapan pihak panitia itu sesuai dengan arahan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo saat didaulat membuka secara resmi Diklatsar. Kepada para pemuda Ansor, khususnya yang telah bergabung dalam Banser, Bupati berharap mereka mampu tumbuh sebagai kader berkualitas, bahkan sampai ke kancah nasional. Ansor dinilai Bupati merupakan organisasi kepemudaan terbesar di Wonosobo, dan memiliki jaringan paling mapan secara Nasional. “Sehingga sudah selayaknya para kader nya pun berusaha tampil menjadi motor pergerakan perubahan nasional,” tegas Bupati. Ansor dan Banser, menurut Eko juga memiliki tanggung jawab besar dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Indonesia, sehingga melalui PKD dan Diklatsar tersebut, Ia berharap para kader memahami sepenuhnya peran mereka.
Senada, Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo, Ngarifin Sidiq juga mengungkap keinginan agar semua kader Ansor dan Banser wajib menjaga wilayahnya dari segala aktifitas yang membahayakan NKRI. “Tanamkan semangat Hubbul wathom minal Iman, atau bahwa Cinta tanah air adalah sebagian dari iman,” tegas Ngarifin dalam pesennya kepada para peserta Diklatsar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here