90% Lebih Gigi Siswa SD di Wonosobo Berlubang

WONOSOBOZONE – 90% lebih pelajar Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Wonosobo memiliki gigi berlubang. Hal tersebut disampaikan salah satu anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) wilayah Wonosobo, Dhita Ardhian Mareta ketika memberikan penyuluhan sikat gigi dan cuci tangan yang baik dihadapan ratusan siswa SD Wonorejo, Kec. Selomerto, Kab. Wonosobo, Selasa (21/3) . “Kurang dari 10% anak-anak sekolah dasar se-Wonosobo yang memiliki gigi yang sehat, dalam artian tidak berlubang,” ujarnya kepada wonosobozone.
Menurut Dhita, kurangnya kesadaran anak dalam membersihkan gigi menjadi faktor pemicu rusaknya email pada gigi tersebut. Selain itu, peran orang tua dalam membimbing dan mengingatkan anak terhadap aktifitas penting itu juga dikatakan Dhita, masih sangat kurang. “Bahkan orang tuanya pun kadang tidak membersihkan giginya sendiri, bisa dipastikan anaknya juga tidak,” tegasnya.

Dari fakta dilapangan yang ada, Dhita menyebut paling banyak hanya 5 anak SD yang memiliki gigi yang sehat dari sekian ratus siswa dalam satu sekolah. Melihat kondisi tersebut, Ia mengaku pihaknya tengah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi dan mencegah permasalahan tersebut. “Kami sering memberikan sosialisasi seperti ini di tiap SD. Namun kali ini kita selenggarakan serentak di 7 Sekoah Dasar yang ada di Wonosobo yang diikuti sedikitnya 1200 siswa dalam rangka memperingati hari kesehatan mulut internasional yang jatuh pada 20 Maret,” tutur Dhita.

Usai memperagakan cara gosok gigi dan cuci tangan yang baik dan benar, Dhita bersama 2 dokter gigi lainnya mengatakan pemeriksaan kembali akan dilakukan untuk melihat pola kesehatan gigi dan mulut yang sudah diajarkan, apalah sudah benar-benar diterapkan oleh anak-anak atau tidak. “Kami berikan leaflet yang dapat ditelpeli stiker guna memantau anak-anak apakah sudah menggosok giginya atau belum. Setelah itu, 21 setelahnya kami akan kembali untuk melakukan pemeriksaan kembali,” urai dokter gigi lain yang ikut memberikan sosialisasi, Nila Virda.

Sementara, Kepala SD Wonorejo, Suharyati berharap kegiatan baik tersebut kerap di selenggarakan di semua sekolah, mengingat masih banyaknya orangtua yang menganggap remeh sakit gigi yang menimpa anaknya. Padahal, lanjutnya, sakit gigi dapat mempengaruhi kesehatan lainnya pada usia anak sekolah, termasuk bermasalahnya pada pola makan.

“Saya sangat mengapresisasi kegiatan yang bermanfaat seperti ini, terlebih dengan mengikut-sertakan 1.200 lebih murid SD se-Kabupeten, tentu menjadi bahan pembelajaraan bagi mereka. Semoga dengan kegiatan seperti ini, masyarakat terutama para murid SD sudah mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi,” pungkas Kepala Sekolah. (Ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here