9 Siswa SMP N 2 Wonosobo Raih Nilai 100 Pada Mapel Matematika

WONOSOBOZONE – Sejumlah 9 siswa SMP Negeri 2 Wonosobo meraih nilai 100 untuk mata pelajaran matematika dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019. Sedang 16 siswa meraih nilai rata-rata UNBK 93,75 hingga 97,88.  

9 siswa yang mendapat nilai 100 yakni Fayza Nizma Safaya, Hamam Azidani, Isti Marfuah, Ahmad Ridho, Abrar Dwi Kuncoro, Nabila Junita C, Indra Majid, Kezia Namira Andjani dan Muhammad Irsyad. Semua anak yang meraih nilai sempurna berasal dari kelas unggulan. sementara peraih prestasi tertinggi 1-3 disandang Fayza Nizma Safaya H dengan nilai rata-rata 97,88, Jihan Zahra Kusuma W nilai rata-rata 96,75 dan Wahyuning Layli meraih Nilai rata-rata 96,25 dan Ismi Khaliatul K nilai rata-rata 96,25.

Kepala SMP Negeri 2 Ellna Amperawati SPd M Pd mengatakan prestasi anak didiknya tiap tahun mengalami kenaikan. Pada tahun 2016 nilai kelulusan rata-rata 74,50, 2017 naik menjadi 74,92, 2018 naik lagi ke angka 77,46 dan 2019 ini mencapai 78,43.

Kenaikan nilai rata-rata kelulusan siswa SMP Negeri 2 Wonosobo, disebutkan Ellna, tidak terlepas dari usaha yang dilakukan anak-anak dan kerja keras guru mata pelajaran dalam melakukan pendampingan terhadap anak didik.

Selain itu, tentu saja, berkat doa orang tua murid dan keluarga besar SMP Negeri 2. Pasalnya, tanpa kerja keras dan doa bersama mustahil prestasi demi prestasi akan mudah dicapai oleh anak-anak dari tahun ke tahun”, tegasnya.

Meski sudah dinyatakan lulus, siswa yang baru saja diwisuda, diminta untuk belajar lebih keras lagi agar bisa berprestasi dalam menuntut ilmu di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Karena setelah lulus anak-anak akan melanjutkan ke SMA/MA/SMK.

Sujud Syukur

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo Drs H Sigit Sukarsana MSi berpesan agar para siswa-siswi SMP/MTs kelas IX yang dinyatakan lulus tidak meluapkan kegembiraannya dengan konvoi dan corat-coret baju. Lebih baik kelulusan diekspresikan dengan sujud syukur kepada Allah SWT. Karena kelulusan SMP/MTs, disebut Sigit, masih di tahap awal. Masih ada kelulusan di tingkat SMA/MA/SMK sampai di etape terakhir lulus Perguruan Tinggi (PT) di masa datang.

BACA JUGA:  Kelompok Tari Siswa Wonosobo Rebut Juara 1 Jateng

Konvoi di jalan raya dan aksi corat-coret di baju seragam, imbuhnya, tidak ada manfaatnya. Aksi konvoi di jalan raya justru akan menimbulkan kemacetan karena di akhir bulan ramadan dan menjelang lebaran jalan mulai dipadati oleh pemudik,” katanya.

Pesan tersebut disampaikan Sigit Sukarsana ketika memberi sambutan dalam acara “Wisuda Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Wonosobo”, di Gedung Sasana Adipura Kencana, setempat, Rabu (29/5), siang. Sejumlah 256 siswa diwisuda dalam acara tersebut.

Ditambahkan Sigit, jika ingin merayakan kelulusan dengan kegiatan yang positif, bisa diwujudkan dengan memberikan menu takjil kepada orang yang tengah menunaikan ibadah puasa di bulan ramadan ini. Aksi sosial tersebut bisa lebih bernilai positif.

Jangan berpandangan dengan melakukan aksi sosial bagi takjil tidak gaul. Itu justru lebih gaul dibandingkan dengan konvoi di jalan dan melakukan tindakan corat-coret di baju seragam. Sebab, bagi takjil lebih bermanfaat,” ujarya.

Para lulusan SMP/MTs juga diminta Sigit untuk menatap masa depan lebih jauh dengan meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Jangan sampai ada anak lulusan SMP dan sederajat buru-buru menikah dini dan tidak melanjutkan sekolah.

Penulis : Muharno Zarka

Editor : Wahyu Wonosobozone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.