75% Kursi Diduduki Oleh Plt, 2018 Seleksi Perangkat Desa Lanjutan

WONOSOBOZONE – Dari total 461 formasi perangkat desa yang dibutuhkan dalam ujian masuk seleksi perangkat desa tingkat Kabupaten Wonosobo pada bulan Juli 2017 lalu, hanya mendapatkan peserta yang lolos seleksi sebesar 25% atau sebanyak 118 saja. Sisanya, yakni 343 formasi dijabat oleh pelaksana tugas atau Plt dengan arti lain masih mengalami kekosongan. Hal tersebut mendapat perhatian khusus oleh kelompok Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MPPP) cabang Wonosobo. Pengurus MPPP Wonosobo, Sarwanto Priadhi mengaku pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut. “Kemarin telah dilaksanakan seleksi perangkat desa pada sebagian besar desa di Wonosobo. Namun kami sangat menyayangkan kegiatan itu, karena faktanya tidak menghasilkan capaian kelulusan peserta yang sesuai dengan kebutuhan perangkat desa se-Kab. Wonosobo,” ungkap Sarwanto saat melakukan audiensi sumbang pemikiran dari kelompok MPPP kepada bagian Pemerintahan Sekretariat Wonosobo di Setda Wonosobo, Senin (2/10)..

Kekosongan jabatan perangkat desa tersebut, menurut Sarwanto dapat menimbulkan gangguan terhadap pelayanan publik yang prima. Selain itu, lanjutnya, rendahnya kelulusan yang hanya 118 orang dari jumlah pendaftar sebanyak 1806 orang menimbulkan pertanyaan. “Jika seandainya akan dilaksanakan seleksi perangkat lanjutan, maka waktu pelaksanaannya harus dipilih secara cermat. Karena tahun 2018-2019 kita akan disibukkan dengan berbagai pimilihan, ada Pilkades serentak, Pilkada Gubernur, Pemilu Legislatif dan Pilpres,” bebernya. Apabila hal tersebut terealisasi, Sarwanto berharap seleksi calon perangkat desa lanjutan dapat memenuhi jumlah yang dibutuhkan dengan kualifikasi mencangkup kebutuhan pelayanan masyarakat yang dinamis. “MPPP berharap proses seleksi dapat menghasilkan figur perangkat desa yang berpengetahuan, berdikasi baik dan memiliki kinerja yang baik pula,” tandasnya..
Kepala bagian Pemerintahan Setda Wonosobo, Tono Prihatono membenarkan perihal kekosongan jabatan perangkat desa tersebut. Tono mengatakan tak tercapainya target kelulusan seleksi perangkat dikarenakan belum terpenuhinya standar nilai para peserta atas skor terendah dari yang ditentukan. “Kalau soal ujiannya, seputar pemerintahan desa sesuai kisi-kisi yang kami berikan. Namun yang menjadi penyebab banyaknya yang tidak lulus itu, karena mereka kurang mempersiapkan diri dan tidak begitu banyak belajar. Meski ada lulusan S2 pun kalau tidak mempelajari materi tentang contoh pasal-pasal pemerintahan desa juga nggak bakalan lulus,” jelasnya..
Sementara terkait seleksi perangkat lanjutan, Tono mengaku pihaknya akan menggelar seleksi tersebut. Namun menurut Tono, ada beberapa hal yang harus diselesaikan oleh pihaknya sebelum menyelenggarakannya. Yakni mendorong penerbitan revisi peraturan daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 6 tahun 2016 tentang Pencalonan, Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Karena regulasi tersebut, tambah Tono, dianggap berbenturan dengan Permendagri Nomor 67 tahun 2017 tentang Pengangkatan dan pemberhentian Perangkat Desa. “Kami upayakan untuk melakukan perencanaan perubahan perda Perangkat Desa terlebih dahulu agar regulasi yang dilingkup daerah tidak berbenturan dengan yang diatasnya. Kami menargetkan semester I tahun 2018 seleksi perangkat desa lanjutan sudah terealisasi,” pungkas Tono. (Ard)

BACA JUGA:  Pemkab Tarik Seluruh Surat Edaran Bupati Ke Pemilik Usaha Karaoke

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.