673 Calon Haji Akan Diberangkatkan, 30% Masuk Kategori Resiko Tinggi

WONOSOBOZONE – Dari total 673 calon jamaah haji asal Kabupaten Wonosobo, yang akan diberangkatkan mulai 20 Agustus mendatang, sebanyak 30% atau lebih dari 200 orang di antaranya masuk kategori resti (resiko tinggi). Hal itu, menurut Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Totok Jumantoro tak lepas dari faktor usia para calhaj. “Untuk musim haji 2016 ini, banyak sekali calon haji yang berusia lebih dari 65 tahun, sehingga secara kesehatan, perlu mendapat perhatian lebih selama berada di tanah suci,” ungkap Totok saat ditemui di sela acara manasik haji Kabupaten dan Pelepasan Calon Haji, di Gedung IPHI, Mendolo, Selasa (2/8).
Kepada para lansia yang masuk kategori membutuhkan perhatian khusus tersebut, Totok menyebut mereka diperkenankan untuk didampingi oleh keluarga terdekat. “Apabila ada anak atau kerabat dari calon haji lansia yang sudah mendaftarkan diri per 31 December 2013, maka yang bersangkutan berhak untuk berangkat tahun ini, meski sejatinya masa tunggu hajinya masih sampai Tahun 2030,” jelas Totok lebih lanjut. Kabupaten Wonosobo, menurut Totok mendapat jatah khusus untuk calhaj lansia prioritas sebanyak 38 orang. “Syaratnya harus sudah berusia minimal 75 tahun pada 2015, maka Calhaj lansia bisa mengajukan usul untuk pemberangkatan tanpa perlu menunggu waktu keberangkatan yang sudah dijadwalkan sebelumnya,” terang Totok. Calon haji tertua yang terdaftar pada pemberangkatan Tahun 2016, disebut Totok, lahir pada Tahun 1928 alias berusia 88 tahun, sedang calon haji termuda berusia 17 Tahun.
Banyaknya lansia yang berangkat ke Tanah Suci pada Tahun ini, juga mendapat perhatian dari Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. Dalam sambutannya di depan para calon jamaah haji, Eko meminta agar mereka benar-benar menjaga diri, baik secara fisik maupun mental sebelum bertolak ke tanah suci. “Selain itu, bekal bimbingan manasik haji yang selama ini telah diberikan para petugas dari Kementerian Agama juga perlu diingat agar prosesi ibadah berjalan lebih lancar, serta pulang menyandang predikat sebagai Haji Mabrur,” tegas Bupati. Dalam upaya mendukung kelancaran prosesi ibadah para tamu Alloh, Bupati juga meminta kepada para petugas pendamping agar menjalankan tugas-tugas mereka sebaik-baiknya. “Petugas pendamping maupun petugas kesehatan harus selalu ada di setiap waktu dibutuhkan para jamaah, terutama bagi yang masuk kategori lanjut usia,” harap Bupati.
Keberangkatan seluruh calon haji asal Kabupaten Wonosobo, seperti telah dirilis Kantor Kementerian Agama Kabupaten, akan dibagi menjadi tiga kloter, yaitu kloter 34, 59 dan 60. “Sebanyak 355 calon haji dari kloter 34 akan diberangkatkan pada 20 Agustus, sedangkan kloter 59 dan 60 baru akan diberangkatkan pada akhir bulan Agustus mendatang,” pungkas Titik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here