484 Regu Ikuti Lomba Gerak Jalan HUT RI Ke 70 Tingkat Kabupaten Wonosobo

Ribuan pelajar ikuti lomba gerak jalan HUT RI ke 70
WONOSOBOZONE – Sedikitnya 484 regu
pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Wonosobo, Sabtu 15 Agustus, mengikuti
lomba gerak jalan dalam HUT RI Ke-70. Dilepas Wakil Bupati Wonosobo, Maya Rosida,
di Jalan Merdeka, seluruh peserta lomba, baik putra maupun putri diwajibkan
menyelesaikan rute tak kurang dari 8 kilometer untuk tingkat SMP dan SMA serta
6 kilometer untuk tingkat SD.
Panitia penyelenggara,
Enang Basuki dari DISDIKBUDPORA Kabupaten Wonosobo mengungkapkan, rute yang
harus ditempuh tiap regu yang beranggotakan 10 orang ini, dimulai dengan start
di Jalan Merdeka, berbelok ke utara ke arah Jalan Dieng, masuk pertigaan
Wonobungkah dan berlanjut masuk di jalan Kampung Jlamprang, masuk Setelah
menyusuri jalan di kampung Jlamprang dan keluar di pertigaan longkrang, peserta
menyusuri jalan Sindoro, kemudian finish kembali di Jalan Merdeka. Khusus untuk
SD, rute diperpendek, jika pelajar SMP dan SMA harus menempuh masuk pertigaan
Wonobungkah, untuk pelajar SD masuk ke jalan sebelum pertigaan Wonobungkah atau
yang biasa dikenal masyarakat dengan blok madekur. Adapun penilaian meliputi
ketepatan waktu, kerapian berpakaian, keserasian dan kekompakkan regu.
Selain mengutamakan
ketepatan waktu, lomba gerak jalan ini diharapkan juga mampu menanamkan
semangat kedisiplinan dalam diri masing-masing peserta. Hal ini diungkapkan Maya
Rosida, sebelum melepas para peserta. Ia juga menambahkan bahwa dalam lomba
gerak jalan ada tiga prinsip utama yang harus dipahami. Ketiga prinsip tersebut
adalah prinsip kesehatan, prinsip kedisiplinan, dan prinsip kecintaan kepada
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prinsip kesehatan, dijelaskan Maya,
menjadi syarat utama bagi peserta. Maya berharap, bagi para peserta, gerak
jalan tersebut juga mampu mendukung semangat mensana en corporesano, atau dalam badan yang kuat terdapat jiwa
yang sehat. Kesehatan, baik fisik maupun mental tersebut diyakini Maya akan
memberikan pengaruh positif bagi prestasi para pelajar.
Selain kesehatan,
prinsip disiplin juga tak kalah penting, karena adanya tuntutan ketepatan
waktu, maka menuntut kedisiplinan peserta dalam memenuhinya. Hal itu juga
diharapkan menular dalam aktivitas sehari-hari di tiap sekolah. Imbas
positifnya, prestasi para pelajar pun akan semakin meningkat.
Satu prinsip lain
yang tak kalah penting menurut Maya adalah, tiap pelajar agar selalu memaknai setiap
peringatan HUT RI sebagai momentum peningkatan kecintaan terhadap sang merah
putih dan NKRI. Sebagai warga Negara yang baik, Maya meminta para peserta lomba
tak surut semangat dalam menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta
senantiasa berkontribusi aktif terhadap kemajuan bangsa.
Antusiasme peserta
lomba gerak jalan, yang dipentaskan tiap tahun sangat nampak, seperti yang
ditunjukkan oleh SMPN 1 Wonosobo yang menurunkan seluruh siswanya untuk ikut
berpartisipasi memeriahkan lomba.
Untuk mengurai
kepadatan dan kemacetan lalu lintas saat lomba, panitia yang terdiri dari
guru-guru olahraga dari DIKPORA dan beberapa UPTD DIKPORA di Wonosobo, mendapat
bantuan dari pihak kepolisian, TNI, Kantor Perhubungan dan Satpol PP, sehingga
tidak mengganggu jalannya lomba maupun pengguna jalan. Meskipun dalam
prakteknya kemacetan sempat terjadi di beberapa titik, khususnya di seputaran
alun-alun. Namun demikian, para pemakai jalan mengaku bisa memaklumi kondisi
ini, seperti yang disampaikan Imam (37) warga Ngaliyan Wadaslintang, yang
sengaja memarkir mobilnya di tepi jalan, untuk melihat para peserta gerak
jalan. Menurutnya tiap peserta cukup memberikan hiburan, sebab di tiap titik
dari rute yang dilalui, mereka menampilkan berbagai atraksi, mulai dari
gerakan-gerakan mirip tarian sampai lagu dan yel-yel kreatif yang mereka
teriakkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here