45 Guru TK Ikuti Pelatihan Membuat Alat Peraga Edukatif

WONOSOBOZONE – Sedikitnya 45 guru TK yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Kabupaten Wonosobo perwakilan dari 15 kecamatan, Kamis, 19 November di ruang Krt.Mangoenkoesoemo Setda mengikuti pelatihan membuat Alat Peraga Edukatif (APE). 
Menurut Ketua GOPTKI Kabupaten Wonosobo, Ny.Wati Eko Sutrisno, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk lebih meningkatkan kapasitas para guru TK, khususnya dalam menyiapkan saran pembelejaran bagi siswanya, termasuk diantaranya alat peraga edukatif. 
Dengan lebih meningkatnya kapasitas mereka, diharapkan kualitas pembelajaran juga akan lebih meningkat. Minimal dimulai dengan munculnya minat anak untuk memulai pembelajaran dengan alat peraga edukatif yang menarik. 
Tampil sebagai narasumber, praktisi pendidikan anak usia dini Wonosobo, Suyadi, yang memaparkan perlunya memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran, sebab lebih menghemat biaya, mengenal alam secara konkrit tidak lagi verbal, membiasakan menyatu dengan alam, menumbuhkan kecerdasan naturalis, pembelajaran lebih aplikatif dan lebih komunikatif. 
Sedangkan pemilihan alat peraga/bermain harus sesuai tujuan dan fungsi penggunaannya, memberikan pengertian dan menjelaskan konsep tertentu, mendorong kreatifitas anak, memenuhi unsur kebenaran ukuran, ketelitian dan kejelasan, tidak membahayakan, menarik dan menyenangkan serta dapat digunakan guru dan anak. 
Adapun dalam pembuatan alat peraga perlu memperhatikan beberapa hal, yakni multi media, dapat menumbuhkan kreatifitas, mudah dibuat, nyaman digunakan, bahan mudah didapat dan bahan tahan lama. 
Suyadi mencontohkan pembuatan alat musik perkusi dari barang bekas, yang mana alat musik ini secara sederhana dapat dibuat sendiri oleh guru. Pembuatan dapat menggunakan peralatan sederhana seperti pisau karter dan gunting, sedang bahan tidak harus dari barang mahal tetapi bisa dari barang bekas seperti kardus, kaleng, bambu atau suttle cock bekas. Prinsipnya biaya murah, bahan mudah didapat, dan dapat dimainkan untuk musik. 
Sementara saat memaparkan cara pembuatan gendang, Suyadi menyampaikan langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan wadah suttle cock bekas dengan posisi berdiri. Kemudian balon dibelah, ditutupkan pada permukaan wadah suttle cock, ditarik agar kencang. Agar kuat rekatkan dengan lakban melingkar, dan untuk memperoleh suara bas, sedang dan tinggi, bergantung ukuran panjang/besar badan gendang. Suyadi menutup, agar gendang tampil lebih indah bisa diwarnai dengan cat aneka warna. 
Setelah mendapat pemaparan, peserta langsung mempraktekkan alat peraga edukatif sederhana dari kertas lipat berupa bentuk binatang lucu. 
Source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here