35 Penyandang Penyakit Sosial Terima Bantuan Tunai

WONOSOBOZONE – Sedikitnya 35 orang penyandang penyakit sosial yang terdiri dari eks pemulung, pengemis dan Wanita Tuna Susila, terima bantuan tunai dari Pemerintah melalui Bagian Sosial dan Kesra Setda Kabupaten Wonosobo, yang diserahkan secara simbolis dalam acara Pembinaan dan Pelatihan bagi Penyandang Penyakit Sosial, serta bantuan Usaha Ekonomi Kreatif, bertempat di aula Bagian Sosial dan Kesra Setda, Kamis, 27 Oktober.
Sebelum penyerahan bantuan, dilakukan pembinaan oleh Bagian Sosial Kesra, bersama dengan Satpol PP dan Linmas, yang diwakili oleh Kasi Operasi, Sunarso, dan Ketua Pokja I TP PKK, Ny.Haryanto. Serta dilakukan pelatihan keterampilan dan Usaha Ekonomi Kreatif.
Menurut keterangan Kepala Sub Bagian Pelayanan dan Rehabilitasi Bagian Sosial Kesra, Heri Siswanto, dari data yang dimilikinya, para penyandang penyakit sosial yang ada di Wonosobo terbilang cukup banyak. Tercatat pengemis lokal sebanyak 31 orang, eks penyandang penyakit sosial 62 orang, sedangkan pemulung 127 orang, dan mungkin lebih banyak lagi yang belum terpantau dan tercatat.
Kegiatan pembinaan pelatihan dan pemberian bantuan ini merupakan salah satu perhatian yang diakukan Pemerintah. Dan ini merupakan tahun pertama, dengan bantuan diberikan kepada 35 orang eks penyandang penyakit sosial yang terdiri dari eks pemulung, pengemis dan Wanita Tuna Susila, yang masing-masing menerima 1,5 juta rupiah. Bantuan ini diambilkan dari APBD Pemda. Diharapkan, di tahun berikutnya bantuan ini bisa kerkesinambungan.
Heri menambahkan, bantuan ini diberikan agar menjadi modal awal bagi mereka, dengan harapan agar bisa mengembangkan apa yang sudah dilatihkan. Dan tidak sebatas itu, mereka diharapkan juga bisa mengembangkan sesuai potensi dan minat mereka sendiri, utamanya dalam usaha untuk merubah kebiasaan dimasa lalu, dan bisa berkreasi, tidak sebatas seperti apa yang dilatihkan kepada mereka.
Dari kegiatan ini nantinya akan ada pemantauan melalui TKSK yang ada di wilayah, Di tahun 2017 akan dilihat sejauh mana efek bantuan yang telah diberikan ini digunakan, apakah mereka berjalan berkembang atau berhenti. Harapannya pelatihan dan pemberian bantuan ini dapat digunakan ke arah yang bermanfaat, sebab diyakini, kalau mereka ingin berubah pasti bisa. Di sisi lain, pemerintah akan terus berupaya membantu memfasilitasi keperluan mereka, sehingga tidak ditemukan lagi penyandang penyakit sosial di Wonosobo. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here