31 Perhitungan Suara Ulang Selesai di Tingkat Kecamatan

WONOSOBOZONE – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Wonosobo menggelar rekapitulasi perhitungan suara tingkat Kabupaten di Lapangan Tenis Indoor, sejak Kamis (02/05). Meski secara umum proses perhitungan mulai dari tingkat KPPS hingga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berlangsung lancar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten mencatat tak kurang dari 568 temuan bersifat administratif yang bersumber pada kurangnya pahamnya petugas di TPS.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Sumali Ibnu Chamid menyebut pihaknya kemudian menerbitkan rekomendasi kepada KPU untuk melakukan penghitungan suara ulang di 31 TPS. Dari adanya temuan tersebut.

“Rekomendasi sudah dijalankan KPU dan selesai di tingkat Kecamatan, sehingga untuk rekapitulasi di tingkat Kabupaten ini mestinya sudah tidak ada lagi permasalahan,” ungkap Sumali, Sabtu (04/05/2019).

Lebih lanjut, Sumali juga menerangkan perihal ditemukannya inkonsistensi di 31 TPS tersebut seluruhnya berasal dari perhitungan suara di pemilihan legislatif, bukan pemilihan presiden dan wakil presiden.

“Di 3 TPS langsung hitung ulang pada hari pencoblosan, karena diketahui segera, namun sisanya merupakan hasil pencermatan secara lebih detail pengawas di tingkat Kecamatan,” bebernya.

Sumber dari kesalahan perhitungan yang pada akhirnya sampai menimbulkan penggelembungan suara berasal dari adanya petugas yang menghitung suara caleg dan suara partai di dua kolom berbeda.

“31 KPPS dari 2935 yang ada di Kabupaten Wonosobo salah memahami komponen kerjanya, sehingga setiap nama pemilih yang memilih nama caleg dihitung berbeda dengan suara partainya,” terang Ale.

Hal itu, menurutnya, kemudian menimbulkan hasil perhitungan yang tidak konsisten dengan jumlah suara pengguna hak pilih dengan suara sah dan tidak sah ketika diakumulasikan. Mendasarkan pada Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 pasal 73, dimana ketika terjadi kesalahan hitung antara jumlah pengguna hak suara dengan surat suara sah dan tidak sah, maka pihak Bawaslu diakui Sumali, wajib merekomedasikan perhitungan suara ulang. Ia berharap kedepan adanya permasalahan ini mendorong KPU mempertimbangkan adanya Bimbingan Teknis bagi KPPS secara lebih komprehensif lagi.

BACA JUGA:  Overload dan Mengganggu Lalu Lintas, TPS Kali Sideng Akan Ditutup Permanen

“Sehingga kedepan penyelenggaraan pemilu di Kabupaten akan lebih baik lagi dan minim kesalahan bersifat teknis maupun administratif,” terangnya.

Pihaknya mengaku memahami tingkat kerumitan dan faktor kelelahan petugas juga menjadi salah satu penyebab adanya kesalahan, dan bukan merupakan unsur kesengajaan dari pihak KPPS. (WTA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.