30 Pendekar Lingkungan Dikukuhkan

WONOSOBOZONE – Peringatan hari lingkungan hidup sedunia, yang digelar di Kecamatan Watumalang, Kamis (2/6) menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Wonosobo dalam mengupayakan penyelamatan lingkungan hidup. Dalam kesempatan yang dihadiri tak kurang dari 80 tamu undangan tersebut, Bupati Eko Purnomo mengukuhkan 30 pendekar lingkungan, yang nantinya bakal menjadi garda terdepan penanganan pencemaran lingkungan di se-antero Wonosobo. “2 Pendekar Lingkungan di setiap kecamatan, saya minta untuk tampil sebagai motivator bagi masyarakat, terutama dalam mengupayakan pencegahan tercemarnya lingkungan hidup,” pesan Bupati seusai pelantikan. Meski hanya berstatus sebagai relawan tanpa ada kompensasi materi, setiap pendekar lingkungan diharapkan Bupati mampu menunjukkan keseriusan dan kesungguhan saat menunaikan tugasnya.

Permintaan Bupati itu, menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Muawal Soleh, tak berlebihan. Pendekar lingkungan, disebut Muawal memang menjadi sebuah fenomena baru yang layak mendapat apresiasi. “Inisiatifnya muncul sendiri dari kesadaran akan pentingnya upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Wonosobo,” jelas  Muawal. Pihak Dinas LKH, dikatakan Muawal hanya berupaya mengusulkan nama-nama para pendekar lingkungan melalui tim teknis kelompok kerja penanganan pencemaran sampah. Tugas dari setiap pendekar lingkungan, menurutnya cukup strategis, karena nantinya mereka akan bergerak mengajak masyarakat di setiap Kecamatan untuk lebih peduli dengan keadaan lingkungan hidup, terutama yang berada di sekitar kediamannya.

Hal itu, dikatakan Muawal, sejalan dengan program Dinas LKH yang tengah berusaha untuk memperluas pelibatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. “Selain membentuk pendekar lingkungan, Dinas LHK juga bekerjasama dengan perkumpulan pemilik lapak rongsok Kabupaten Wonosobo,” lanjut Muawal. Langkah-langkah tersebut, diyakini Muawal bakal berimbas positif pada peningkatan kesadaran masyarakat, untuk turut berpartisipasi aktif bersama Pemerintah Kabupaten mewujudkan llingkungan hidup yang ideal demi keberlanjutan kehidupan di Bumi.

Selain mengukuhkan pendekar lingkungan, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup tersebut, Bupati, Ketua DPRD Afif Nurhidayat beserta segenap unsur Forkompimda juga mengawali pembangunan sebuah tempat pengolahan sampah plastik di Desa Welahan. Kepada kelompok wanita tani Srikandi Wonoroto, Bupati juga menyerahkan secara simbolis gerobak sampah, sepeda motor, dan mesin pencacah sampah. Dukungan terhadap upaya serius Pemkab dalam pengelolaan lingkungan hidup ditunjukkan oleh Bank Jateng Cabang Wonosobo, dan PT Geodipa Energi Dieng, yang dalam kesempatan tersebut menyerahak dana CSR perusahaan sebesar 76 Juta Rupiah. “Bank Jateng membantu 36 Juta Rupiah, sementara PT Geodipa Energi Dieng membantu 40 Juta Rupiah, yang nantinya bakal kami alokasikan untuk kelompok pengelola sampah mandiri di 15 Kecamatan masing-masing 5 Juta Rupiah,” pungkas Muawal.

Source : Wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here