30 Pemandu Lagu Ikut Sosialisasi Tentang Bahaya HIV/AIDS

WONOSOBOZONE – Peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Wonosobo  sampai April Tahun 2016 ini layak menjadi keprihatinan bersama. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, Ir. Agus Subagiyo, pada Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS kepada Pemandu Lagu (PL). bertempat di Resto CRA, Kamis sore (12/05).
Agus subagiyo juga menyampaikan bahwa profesi sebagai Pemandu Lagu (PL), adalah profesi yang dimungkinkan rawan dengan HIV/AIDS, apalagi mereka juga diidentikan dengan dunia malam. Sebagai upaya Pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan HIV/AIDS, maka dipandang perlu adanya pembinaan pembinaan bagi masyarakat, apalagi yang rawan terhadap penularan HIV/AIDS. Bagi PL pengetahuan tentang bahaya HIV/AIDS sangat diperlukan, karena dengan pengetahuan tersebut mereka akan lebih waspada dan lebih berhati hati dan akan menjauhi hal hal yang bisa menimbulkan penularan HIV/AIDS.
Kedepan Pemerintah Kabupaten Wonosobo “akan terus berusaha membina para Pemandu Lagu, tidak hanya mengenai HIV/AIDS tetapi mereka akan dibina untuk ber Enterpreneurship. Sehingga nantinya secara perlahan lahan mereka akan mempunyai usaha di berbagai bidang yang mempunyai nilai ekonomi, dan bisa meninggalkan profesi Pemandu Lagu yang diidentikan dengan dunia malam” tambah Agus Subagiyo.
Sementara pada kesempatan itu Sekretaris KPA Kabupaten Wonosobo, Hery Purwanto, didepan sekitar 30 Pemandu Lagu dari berbagai rumah karaoke di Wonosobo juga menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun jumlah penderita HIV/AIDS di kabupaten Wonosobo terus meningkat. Dari pertama kali ditemukan pada tahun 2004 hingga April 2016 di Kabupaten Wonosobo terdapat 332 penderita HIV/AIDS, yang 79 diantaranya sudah meninggal dunia. Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dan pembinaan secara terus menerus tentang bahayanya HIV/AIDS. Karena HIV/AIDS seperti fenomena gunung es, dimana yang tidak terlihat lebih besar daripada yang terlihat/terdeteksi. Sehingga dibutuhkan penanganan yang serius dan maksimal untuk menekan angka pertumbuhannya.   
Senada, Firdaus Nursyahbana dari KPA Wonosobo pun berpendapat, bahwa upaya-upaya untuk menekan bertambahnya penderita HIV memang membutuhkan dukungan semua pihak dari berbagai elemen masyarakat. “kami berharap para pihak yang menjadi mitra KPA untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS di Wonosobo senantiasa sinergis, baik dalam perencanaan program, maupun aktualisasi dan implementasi di lapangan,” pungkas Firdaus.
Selain mengikuti sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS para pemandu lagu juga melaksanakan VCT yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here