30 Desa Laksanakan Pilkades Serentak, Di Ngalian Kepil Petahana Lawan Isteri Sendiri

WONOSOBOZONE – Gelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, di 30 Desa yang berada di 14 Kecamatan se-Kabupaten Wonosobo, Selasa (22/11) menjadi ajang bagi warga masyarakat setempat untuk menentukan masa depan desanya. Sebanyak 88 calon Kades bersiap untuk memimpin desa, dengan janji berupa program-program untuk membawa warga masyarakat lebih maju dan lebih sejahtera.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda, Tri Antoro jauh-jauh hari telah menegaskan, bahwa Pilkades yang digelar berdasar Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Desa bakal menjadi salah satu penentu bagaimana nasib Desa beserta warga masyarakat nya. Karenanya, pihak Pemkab, ditegaskan Tri sangat serius dalam mempersiapkan Pilkades serentak, termasuk dalam menyiapkan logistik hingga para petugas pemantau di lapangan.
Beberapa kendala yang sempat muncul di masa-masa proses sebelum pemilihan, ditegaskan Tri juga telah diselesaikan tuntas, termasuk digelarnya ujian tertulis tambahan untuk para calon Kades Selokromo, dimana jumlah pendaftarnya melebihi batas ketentuan. Aturan baru, terkait diperbolehkannya calon Kades tak harus penduduk setempat pun, menurut Tri juga sudah diterapkan, dimana Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar menjadi satu-satunya yang memiliki kontestan asal luar desa. Demikian pula situasi unik di Desa Ngalian, Kecamatan Kepil, dimana calon yang merupakan Incumbent alias petahana menghadapi lawan satu orang saja, dan tak lain adalah Istifaroh,  istrinya sendiri.
“Situasi dan kondisi di 30 Desa yang menggelar Pilkades kondusif, dan ini kita harapkan bisa berlangsung sampai selesainya semua proses Pilkades hingga pascapenetapan Kades terpilih,” tandas Tri di sela pemantauan di beberapa desa sehari menjelang Pilkades, atau Senin (21/11).
Dari pantauan lapangan yang dilakukan jajaran birokrasi Pemkab, mulai Bupati, Wakil Bupati, hingga Sekda dan hampir semua Pejabat pimpinan OPD di 30 desa, proses pilkades dinilai berlangsung sangat kondusif. Kepala Bagian Komtel Setda, Margiono yang mendampingi Bupati memantau 3 desa, yaitu Reco Kertek, serta Rimpak dan Jolontoro menyatakan, kondisi umum aman dan terkendali.
“Antusiasme warga untuk menyalurkan hak suara juga cukup tinggi mencapai lebih dari 75%,” jelasnya. Bupati, menurut Margi juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan terhadap semua pihak yang berperan pada suksesnya gelar pilkades serentak. “Jajaran TNI-Polri sampai unsur linmas yang saling bersinergi menciptakan keamanan dan kenyamanan selama Pilkades berlangsung, menurut Bupati juga layak mendapat apresiasi khusus,” tandas Margiono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here