30 Desa di Kabupaten Wonosobo Bakal Gelar Pemilihan Kepala Desa Serentak

WONOSOBOZONE – Sebanyak 30 Desa di 14 Kecamatan Se-Kabupaten Wonosobo bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa serentak, 22 November 2016 mendatang. Seiring dengan itu, terbit pula Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia Nomor 128/PUU-XIII/2015, yang menyebut bahwa calon kepala desa tidak harus merupakan penduduk desa yang tengah menggelar pemilihan. Hal itu, menurut Kepala Bagian Pemerintahan Setda Wonosobo, Tri Antoro perlu disikapi secara cerdas dan bijak demi oleh semua pihak, khususnya warga masyarakat di desa yang tengah bersiap menggelar Pilkades, demi menghindari adanya kesalahpahaman dan potensi munculnya dampak negatif. Penegasan terkait harus diterapkannya putusan MK tersebut, disampaikan Tri kepada para camat dan sekcam se-Wonosobo, yang menjadi peserta rapat koordinasi di Ruang Mangunkusumo Setda, Selasa (27/9).
“Persyaratan terkait pencalonan kepala desa didasarkan pada tinjaua atas Putusan MK dan Surat edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor 140/3476/SJ tertanggal 14 September tentang Penguatan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa,” papar Tri Antoro. Terbitnya putusan MK sendiri, dijelaskan Tri merupakan hasil dari adanya gugatan asosiasi perangkat desa Seluruh Indonesia (APDESI), yang menilai persyaratan calon kepala desa yang tercantum dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa tidak memenuhi unsur keadilan. “Pasal 33 Huruf g dalam UU Desa menyebut bahwa Calon Kepala Desa wajib memenuhi persyaratan terdaftar sebagai penduduk dan bertempat tinggal di desa setempat paling kurang 1 Tahun sebelum pendaftaran,” beber Tri. Hal itu, dikatakan Tri dianulir MK karena bertentangan dengan Pasal 28D ayat 1, 2 dan 3 UUD 1945 yang menyebut bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum, setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja, serta setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Ketiga pasal tersebut, menurut Tri Antoro menyetarakan setiap warga Negara Indonesia untuk mendapatkan haknya, yaitu memilih dan dipilih, termasuk dalam hal pemilihan Kepala Desa.
Perubahan peraturan terkait persyaratan calon Kepala Desa yang tak lagi mengharuskan domisili setempat, juga mendapat tanggapan dari Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. Menurut Bupati, semua pihak, termasuk para Camat dan Sekcam sampai pada para panitia Pilkades selayaknya mencermati peraturan tersebut dengan seksama. Warga masyarakat, diimbau Bupati juga perlu menyikapi secara bijak, mengingat ketentuan itu sudah menjadi keputusan tetap MK. Pemerintah Kabupaten, diakui Bupati juga akan menaati amanat surat edaran dari Medagri RI terkait putusan dari Mahkamah Konsitusi tersebut. “Pilkades di 30 Desa pada 22 November 2016 saya harapkan bisa berlangsung dengan kondusif, baik sebelum maupun pascapemilihan, sehingga prosesnya bisa berlanjut sesuai yang sudah direncanakan,” kata Bupati sebelum membuka rakor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here