2500 Crosser Ramaikan Ride The Adventure Di Bukit Siloreng Wadaslintang

WONOSOBOZONE – Event adu kebolehan menaklukan medan offroad dengan kendaraan roda dua, atau biasa disebut dengan motocross bertajuk Ride The Adrenaline (RTA) 2016, yang digelar di Wadaslintang, Minggu (1/5) berlangsung sukses. Tak kurang dari 2.500 crosser dari dalam dan luar Negeri turut ambil bagian, menjelajahi medan ekstrem di kawasan waduk wadaslintang. Puncak bukit Siloreng di Desa Somogede yang dijadikan titik akhir (garis finish) lomba pun dipadati pengunjung. Sekretaris Desa Somogede, Subagyo mengatakan suksesnya gelaran RTA 2016 membuat ekonomi warganya menggeliat. “Tujuan panitia lomba untuk menggairahkan sektor wisata desa saya nilai berhasil, karena objek wisata bukit Siloreng kini semakin dikenal, tak hanya di dalam negeri saja, melainkan sampai ke mancanegara,” tutur Subagyo.
Pihak panitia RTA 2016, seperti dikatakan Totok Santoso memang menargetkan event berhadiah ratusan juta rupiah tersebut bisa menjadi salah satu media promosi objek wisata di kawasan Wadaslintang. “Kami membuka pendaftaran sampai ke mancanegara, dan ternyata direspons positif oleh para penggemar trail dari Malaysia, Singapura, Filipina bahkan Australia,” beber Totok. Kesan dari para peserta RTA, menurut Totok juga sangat positif, karena mereka menilai medan yang disuguhkan tak sekedar menantang, tapi juga menyajikan panorama menawan. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, Totok berharap event serupa akan dapat terselenggara lagi tahun depan.
Keinginan agar RTA bisa menjadi event tahunan juga disampaikan Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo. Agus yang turut menyaksikan langsung aksi para crooser mengaku sangat terkesan dengan penyelenggaraan RTA 2016. “Antusiasme warga untuk menonton tidak hanya datang dari Wonosobo, karena banyak pula penonton yang sengaja hadir dari kota-kota lain seperti Kebumen, Magelang, Purworejo, bahkan sampai dari Semarang dan Jogjakarta pun datang khusus untuk menonton,” urai Agus. Hal itu, menurut Agus sangat positif, karena imbasnya warga masyarakat setempat memanfaatkannya untuk mengais rezeki. “Di kawasan Siloreng saja, kini tak kurang dari 30 orang berjualan beragam jenis makanan maupu  minuman, dan pemuda setempat juga membuka lahan parkir bagi para pengunjung,” terangnya. Kawasan waduk Wadaslintang, menurut Agus memang kini terlihat lebih semangat untuk mengembangkan objek wisata desa, sehingga dengan dukungan penyelenggaraan even-even berskala nasional, ke depan wisatawan akan semakin tertarik untuk mengunjunginya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here