20 Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit, Leksono Nyatakan Perang Lawan Aedes Aegypti

WONOSOBOZONE – Tak kurang dari 20 orang warga Kelurahan Leksono, Kecamatan Leksono terpaksa dirawat di rumah sakit akibat demam tinggi dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Meski hanya 1 orang yang kemudian dinyatakan positif terjangkit  Demam Berdarah Dengue (DBD), pihak Kecamatan Leksono langsung mengambil langkah pencegahan. “Kami tak ingin wabah DBD merebak di wilayah Leksono, maka setelah adanya 20 orang yang dirujuk ke rumah sakit akibat menderita gejala-gejala menyerupai DBD, upaya pencegahan langsung digencarkan,” terang Camat Leksono, Abu Yamin saat ditemui di tengah kegiatan fogging di Kelurahan Leksono, Jumat pagi (17/6). Pengasapan yang dilakukan di puluhan titik sekitar pasar Leksono dan area pemukiman warga tersebut, menurut Abu terpaksa dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan.
“Memang fogging bukan satu-satunya cara mencegah, karena asap tidak akan mampu menjangkau jentik nyamuk yang berada di dalam air, karena itu, warga masyarakat Leksono juga kami imbau untuk lebih menggalakkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” lanjut Abu. Upaya PSN tersebut, dikatakan Abu akan lebih efektif untuk memerangi meluasnya wabah, karena secara serentak warga melakukan pembersihan di titik-titik yang merupakan tempat berkembangbiaknya nyamuk. Sosialisasi terkait PSN, menurut Abu juga telah jauh hari dilakukan dengan mengundang perangkat desa dan Kelurahan se-Leksono dan menghadirkan Dinas Kesehatan Kabupaten.
Senada dengan Camat, pegawai bidang Promosi Kesehatan UPT Puskesmas Leksono, Sri Rejeki juga menyebut pihaknya telah mengupayakan sosialisasi kepada warga untuk mewaspadai merebaknya DBD karena masa pergantian musim sejak sebulan terkahir. Sri yang juga sanitarian di PKM setempat menjelaskan bahwa warga Kelurahan Leksono yang telah dirujuk ke Rumah Sakit akibat dugaan terkangkit DBD memang mencapai 20 orang. “Ada yang kemudian dirawat di RSUD Setjonegoro, RSI, PKU, dan Puskesmas rawat inap Selomerto akibat gejala awal berupa demam tinggi dan nyeri pada persendian selayaknya penderita demam berdarah dengue,” jelas Sri. Dari ke-20 orang tersebut, Sri menyebut hanya 1 orang yang hasil laboratnya menguatkan diagnosa DBD. “Penderita DBD hasil uji laboratorium pasti akan mengalami penurunan trombosit, serta positif IgG maupun IgM nya,” tegas Sri.
Menghadapi dugaan merebaknya wabah DBD, warga Leksono pun menyisingkan lengan baju dan bahu-membahu melakukan pemberantasan sarang nyamuk di sekitar mereka. Ketua RW I, Heru Sri Naryanto mengaku telah mengajak semua warga untuk berperang melawan Aedes Aegypti, si nyamuk pembawa virus DB. “Saya dan istri juga sempat terjangkit demam tinggi, sehingga demi menghindari agar tak lagi terkena, kami terus berupaya memberantas sarang nyamuk di berbagai titik,” ungkap Heru. Dengan gencarnya PSN serta dukungan fogging dari Dinas Kesehatan yang mengerahkan 4 mesin semprot asap, Heru optimis nyamuk DBD akan bisa dienyahkan dari Leksono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here