2 M Dana Santunan Pensiunan Aman Tersimpan

WONOSOBOZONE – Program Dana Kesetiakawanan Korpri (DKK) Kabupaten Wonosobo dari tahun 2011 sampai saat ini telah telah terkumpul hampir 2 Milyar Rupiah. Dana yang tiap tahun dikurangi untuk santunan bagi para pegawai negeri purna tugas tersebut, ditegaskan oleh Sekretaris Daerah, Eko Sutrisno Wibowo, aman tersimpan di bank. 
“Program DKK ini kami tegaskan kembali merupakan upaya gotong royong para PNS dan berbeda dengan jenis-jenis investasi bodong atau money game,” jelas Eko sebelum menyerahkan santunan bagi 28 pensiunan PNS, di Gedung Korpri, Senin (30/11).
Mengingat manfaat dan imbal hasil yang proporsional, Eko meminta agar para PNS tak lagi meragukan DKK, dan bagi yang belum bergabung selayaknya turut serta secepatnya.
“Potongan dari gaji yang hanya Rp 20.000 per bulan, apabila dihitung sampai tahun kelima ini seharusnya masih ada di angka Rp 1.200.000,- namun ternyata para pensiunan hari ini bisa menikmati pesangon tambahan dari DKK senilai  Rp 2.040.000, alias hampir dua kali lipatnya,” tandas Sekda.
Dengan prinsip saling bantu itulah, DKK dikatakan Sekda menjadi sangat bermanfaat, terlebih apabila dibandingkan dengan menabung secara konvensional.
“Jangan ragu untuk mempersiapkan masa depan sedini mungkin dengan mengikuti DKK, terutama bagi para PNS baru,” imbau Eko.
Dari penjelasan penggagas program DKK, Agus Fajar Wibowo, diketahui bahwa program yang telah dikuti tak kurang dari 2150 pegawai tersebut memang cukup menjanjikan.
“Sejak dilaunching, dana yang terkumpul telah mencapai Rp 1.943.283.714,- dan terbukti sangat bermanfaat,” terang pria yang kini menjabat sebagai Camat Kalikajar tersebut.
Tak hanya bagi para pensiunan saja, dana kesetiakawanan Korpri diungkapkam Agus juga dibarengi dengan dana sosial, sehingga apabila peserta DKK meninggal dunia, bisa mendapat dua manfaat, yaitu pesangon pensiun ditambah dana sosial untuk ahli warisnya. Bagi PNS yang pindah tugas ke daerah lain, maupun mengajukan pensiun dini alias atas permintaan DKK juga diberikan, hanya saja jumlahnya sesuai yang disetorkan, alias tidak ada imbal hasil. Untuk pengelolaan dana setoran peserta DKK, Agus menjelaskan bahwa Korpri menggandeng Bank Wonosobo, lembaga keuangan milik Pemkab yang telah dijamin oleh LPS.
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here