190 Tahun Wonosobo, Menyongsong Kemajuan Dan Kemakmuran Dalam Kedamaian

Bupati taburkan air Birat Sengkala
WONOSOBOZONE – Kabupaten
Wonosobo menjejak usia ke 190 Tahun. 10 Tahun menjelang 2 Abad, Kabupaten yang
berada tepat di tengah Pulau Jawa itu semakin meneguhkan tekad demi mewujudkan
pemerataan pembangunan di segala bidang, demi tercapainya kemakmuran dan
kesehteraan masyarakatnya. Upacara peringatan Hari Jadi Wonosobo di alun-alun
Kota, Jum’at (24/7), yang dikemas dalam skema Pisowanan Ageng ala Keraton
menandai hal tersebut. Bupati HA Kholiq Arif, dalam sambutan berbahasa jawanya
menegaskan, bahwa pertambahan usia hingga hampir 2 Abad selayaknya meningkatkan
kesadaran semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat, untuk lebih serius
dalam mengejar berbagai ketertinggalan.
“Hampir
2 Abad usia, kita semua harus semakin menyadari bahwa mewujudkan Wonosobo yang
maju dan sejahtera adalah sebuah keharusan”, tegas Bupati. Selama hampir 15
Tahun memimpin daerah, baik sebagai Wakil Bupati (2000-2005), kemudian
berlanjut menjadi Bupati dalam 2 periode pemilihan 2005 dan 2010, Kholiq
mengakui masih banyak yang harus dibenahi. “Kita telah meletakkan dasar dan
tengah menuju Kabupaten yang ramah terhadap Hak Asasi Manusia (Ramah HAM), demi
tercapainya peningkatan derajat, harkat dan martabat masyarakat Wonosobo”,
lanjut Kholiq.
Selain
itu, demi mengotimalkan pelayanan terhadap masyarakat, Bupati juga menyebut
bahwa langkah merestrukturisasi Aparatur Sipil Negara juga telah dilakukan.
“Melalui reformasi birokrasi, yang salah satunya direalisasikan dengan
penerapan peraturan daerah (Perda OPD), kita berharap birokrasi di Kabupaten
Wonosobo akan semakin efisien dan gesit dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat”, terang Kholiq. Reformasi birokrasi, dijelaskan Bupati juga menjadi
titik tolak bagi kalangan pegawai untuk bisa mengupayakan peningkatan
kesejahteraan. “Efisiensi di berbagai bidang, seperti pengurangan pemakaian
kertas, pengurangan pemakaian listrik, sampai mengurangi konsumsi BBM bagi
kendaraan dinas, diyakini dapat meningkatkan anggaran untuk tambahan tunjangan
penghasilan bagi para pegawai”, urai Kholiq saat memberikan sambutan sebelum
acara silaturahmi pascalibur Idul Fitri 1436 H.
Upaya
Pemerintah Kabupaten, seperti yang disampaikan Bupati tersebut mendapat
apresiasi positif dari warga masyarakat. Erwin (32), warga Selomerto yang
sengaja datang ke alun-alun menyaksikan prosesi Pisowanan Ageng mengaku
optimis, Wonosobo ke depan akan semakin maju. “Keamanan dan Ketertiban
masyarakat, yang selama ini menjadi prioritas seharusnya dipertahankan, meski
nantinya ada pergantian kepemimpinan pasca Kholiq-Maya”, harap Erwin.
Kesederhanaan dan kekhidmatan Pisowanan Ageng, dinilai Erwin juga menunjukkan
upaya Pemkab untuk meneguhkan tekad melestarikan budaya luhur. Rangkaian acara
peringatan Hari Jadi 190 diharapkan Erwin juga diharapkan tak sekedar
menghibur, melainkan memiliki nilai-nilai edukasi, khususnya bagi kalangan
generasi muda dan anak-anak.
Dari
pihak Panitia Hari Jadi Wonosobo ke-190 sendiri, upacara yang dikemas agak
berbeda dibanding gelaran serupa tahun-tahun sebelumnya itu memang ditujukan
untuk beberapa alasan. “Kita mengambil tema Damai dalam Perbedaan, Dukung
Wonosobo Kabupaten Ramah HAM, adalah untuk menunjukkan keseriusan pemerintah
daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam bingkai kerukunan
seluruh warga”, jelas Sekretaris Panitia Hari Jadi, Drs Tri Antoro MSi. Tri juga
mengatakan, bahwa momentum hari jadi ke-190 yang dikemas berbeda, yaitu dengan
seluruh peserta upacara duduk lesehan di seputar alun-alun, dimaksudkan sebagai
bentuk penghormatan kepada Bupati dan Wakil Bupati periode 2010-2015 yang tak
lama lagi akan mengakhiri masa baktinya. Selain pisowanan Ageng, panitia HUT
Wonosobo ke-190, dikatakan Tri Antoro juga mengagendakan serangkaian acara,
termasuk permainan tradisional, pentas wayang kulit dengan dalan dan pesinden
cilik, serta Wonosobo Night Costume Carnival pada hari yang sama. “Rangkaian
Hari Jadi akan ditutup dengan pentas music yang menampilkan Slank pada 1
Agustus, dan festival balon udara pada Minggu 2 Agustus 2015”, pungkas Tri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here