177 Juta Dana BUMN Mengucur Ke Kumejing

WONOSOBOZONE – Konsorsium 5 BUMN, meliputi Perumnas, PERURI, PTPN 9, Sarinah dan KIW mengucurkan 177 Juta Rupiah lebih dana corporate social responsibility (CSR), ke Desa Kumejing, Kecamatan Wadaslintang. Dengan dana CSR tersebut, diharapkan warga  Kumejing mampu menggeliat dan bergerak bersama memajukan desa, agar tak terus menerus menyandang predikat sebagai desa miskin dan terpencil. “Dana CSR ini akan kami fokuskan pada upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan sarana dan prasarana air bersih, dan infrastruktur kelistrikan,” jelas Rini Isrofiyah, Manajer Pemasaran Perumnas Regional V, saat ditemui di sela pembukaan pelatihan keterampilan di Balai Desa Kumejing, Selasa (8/11).
Di depan Wakil Bupati, Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Sekcam Wadaslintang, Pj Kades Kumejing, dan sekitar 50 warga setempat yang hendak mengikuti pelatihan keterampilan, Rini mengemukakan alasan dipilihnya Kumejing sebagai desa penerima manfaat dana CSR, merupakan tindak lanjut dari komitmen Menteri BUMN RI yang pada akhir Juli silam berkunjung ke Wonosobo. “Bu Menteri berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa, terutama di desa-desa miskin dan terisolir seperti di Kumejing ini,” tandasnya. Secara rinci, Rini menyebut alokasi anggaran CSR sebesar 177,7 Juta Rupiah itu digunakan untuk pemberdayaan masyarakat sebesar 100 Juta, Sarana Air bersih 50 Juta, dan pembuatan MCK sebesar 10 Juta. “Sementara, untuk kelistrikan sebesar Rp. 1.100.000,- per keluarga, untuk 17 rumah tangga,” urainya.
Selain memberikan pelatihan demi meningkatkan kapasitas warga, pihak BUMN ditegaskan Rini, juga akan mendampingi sampai pada upaya mereka mengakses permodalan, bahkan sampai pemasaran produk hasil usaha warga.
Komitmen konsorsium BUMN, yang ingin memajukan desa Kumejing menggunakan dana CSR didukung penuh Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo. Adanya bantuan yang dialokasikan pada upaya peningkatan kapasitas SDM, menurut Agus memang seharusnya tak lagi hanya berorientasi proyek semata. “Diperlukan keberlanjutan program, setelah selesai pelatihan nantinya juga selayaknya masyarakat didampingi sampai pada upaya memasarkan hasil keterampilan mereka mengelola usaha,” ungkap Wabup.
Sasaran pelatihan yang meliputi keterampilan teknik perbengkelan, tata boga, sablon manual dan digital sampai kewirausahaan serta Guiding, menurut Agus juga tepat untuk desa Kumejing. “Tentu saya meminta agar warga benar-benar memanfaatkan peluang menimba ilmu ini dengan semaksimal mungkin, agar kedepan Kumejing mampu berkembang menjadi salah satu contoh desa yang berhasil mengoptimalkan potensi, baik SDM maupun sumber daya alamnya,” pungkas Wabup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here