1000 Eucalyptus Ditanam Di Tuk Bimolukar dan Bukit Sikunir

WONOSOBOZONE – Kepedulian terhadap degradasi tanah yang menimpa kawasan Dieng ditunjukkan oleh para pemandu wisata, Sabtu (23/4). Demi mengurangi dampak dari menurunnya kualitas tanah tersebut, para pemandu yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Wonosobo, menanam tak kurang dari 1000 pohon jenis Eucalyptus di sekitar tuk bimolukar dan Bukit Sikunir, Sembungan.
Ketua HPI Wonosobo, Salim Bawazier menyebut kegiatan menanam, untuk sementara ini baru dilakukan di kawasan objek wisata. Harapannya agar setelah penanaman, kami juga bisa memantau sejauh mana pertumbuhannya, sembari mengantar para wisatawan yang berkunjung ke Dieng, ucapnya saat ditemui di sela acara penanaman.
Salim mengaku, ia dan para pemandu juga merasakan keprihatinan dengan terus berkurangnya tanaman tegakan di kawasan Dieng. Wisatawan pun banyak yang menyoroti kondisi ligkungan di Dieng, dan merasakan keprihatinan yang sama, jelas Salim. Ia berharap, dengan adanya gerakan menanam oleh para pramuwisata tersebut, warga masyarakat bersedia mengikutinya.
Dieng, dikatakan Salim membutuhkan tak hanya ribuan batang tanaman tegakan, sehingga partisipasi masyarakat sangat dinanti. Para pelaku usaha wisata, seperti kami ini merasakan dampak dari menurunnya kualitas lingkungan di Dieng, maka saya berharap kepada semua yang turut terlibat dalam industry wisata agar juga memiliki kepedulian yang sama, lanjut Salim. Dalam waktu dekat, Salim mengaku akan mengajak HPI untuk menanam lagi, namun dengan jenis tanaman yang berbeda.
Kami tengah merencanakan untuk dapat menanam pohon Cemara pecut, yang mampu mengeluarkan suara tatkala dihembus angin gunung, terang Salim. Efek dari suara yang muncul dari cemara pecut, menurut Salim bisa digunakan sebagai terapi.
Pentingnya gerakan menanam di kawasan Dieng juga dikatakan oleh Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo. Turut dalam acara penanaman 1000 Eucalyptus bersama para pramuwisata, Agus mengaku ia sangat berterimakasih atas adanya inisiatif dari para pelaku wisata untuk menghijaukan Dieng. Kawasan Dieng masih menjadi magnet bagi para wisatawan, sehingga sudah sepatutnya kita upayakan untuk terlihat lebih indah dan hijau, tutur Agus. Dengan adanya upaya nyata dari pramuwisata, Agus juga berharap agar ke depan langkah tersebut bisa diikuti oleh pihak-pihak lain, seperti para pemilik homestay maupun pedagang di sekitar objek wisata.
Upaya menghijaukan Dieng menurutnya juga sejalan dengan upaya untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai Geopark, alias taman Bumi berkelas dunia. Dieng kini tengah didiskusikan para ahli geologi untuk bisa diangkat sebagai kawasan Taman Bumi, karena dinilai memenuhi kriteria, tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here