10 Tuntutan Front Perjuangan Rakyat Wonosobo

WONOSOBOZONE – Hari Tani Nasional, Ratusan orang yang tergabung dalam front perjuangan rakyat Wonosobo (FPRW), Senin (28/9) mendatangi Kantor DPRD untuk menyuarakan 10 tuntutan terkait pertanahan di Wonosobo, yaitu menghentikan perampasan tanah atas nama pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia agar reformasi agrarian terrealisasikan.
Kemudian penghapusan kuasa perum perhutani atas 2,4 Juta Hektare lahan di Jawa, untuk kemudian diserahkan kepada petani penggarap.
Mereka juga menolak pemangkasan subsidi pada APBN Perubahan, serta penolakan terhadap pelaksanaan ketahanan pangan yang memihak korporasi. Selanjutnya, FPRW menuntut pembentukan panitia IP4T sesuai kesepakatan bersama 4 Menteri, dan menuntut pemerintah agar mengendalikan harga hasil produksi pertanian agar stabil dan menguntungkan petani.
Dan tuntutan lainnya adalah perbaikan infrastruktur di dusun-dusun sekitar hutan, penghentian tindakan fasisme, intimidasi, dan premanisme terhadap petani, penolakan penebangan kayu hutan yang merusak lingkungan, serta pencabutan izin bagi perusahaan pembakar lahan hutan di Kalimantan dan Sumatera.
Menanggapi itu, ketua DPRD, Afif Nurhidayat mengaku akan segera meneruskan kepada berbagai pihak terkait. Dalam audiensi di ruang Badan Musyawarah DPRD, Afif juga mengaku setuju adanya sanksi tegas bagi para pembakar hutan maupun pihak-pihak yang dinilai merusak lingkungan dengan dalih apapun. 
source : wsbkab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here