10 Penemu Asal Wonosobo Ikuti Lomba KRENOVA 2015

WONOSOBOZONE – 10 kreator unjuk kreasi dan inovasi dalam
lomba Kreativitas dan Inovasi (KRENOVA) masyarakat tahun 2015 , Rabu 20 Mei di
Pendopo Wakil Bupati. Menurut Kepala Bidang Penyusunan Program, Evaluasi, dan
Litbang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat,
10 kreator tersebut merupakan hasil seleksi lomba KRENOVA yang dibuka sejak
awal Maret dan diikuti 28 kompetitor. Ajang tahunan ini diadakan untuk membangkitkan kreatifitas masyarakat Wonosobo.
Ke-10 kreator
tersebut adalah Yudi Priyanto asal Desa Semayu Selomerto dengan temuan bio
seeding block media semai instan, Rinto Budi Santoso asal SMA Negeri 1 Sapuran
dengan temuan media pembelajaran PRO-LEARNER (Projector Leading Achievement
Newer), Wahyu Aryadi asal Sirandu Wonosobo dengan temuan SILEMPA (Sadap Energi
Gelembung Pancuran) dan KIDAYA (Kincir dalam Air yang Berbeda), Muhdlorun asal
Desa Slukatan Mojotengah dengan temuan Mesin Huller Labo Kopi Arabica
pengolahan basah, Toto Suharto asal Desa Sumberejo dengan temuan Hot-Kas (alat
pengering hemat energi), Agus Sujai asal Desa Ngadisono Kaliwiro dengan temuan
Cibotala pangan alternatif multifungsi, Purwo Dhiyantoko asal SMK Negeri 2
Wonosobo dengan temuan pemanfaatan limbah genteng sebagai bahan tambahan
pembuatan batako, Mira Nurhalima asal SMA Negeri 2 Wonosobo dengan temuan
budidaya cacing tanah memanfaatkan limbah organik, Hindarto asal BPP Marsudi
Tani Garung dengan temuan teknologi prosesing limbah pasar menjadi POC serta
Beta Radish Charica dan Puji asal SMAN 1 Wadaslintang dengan temuan ontong
burger atau meat analog jantung
pisang. Rencananya 3 besar pemenang lomba ini akan diikutkan dalam ajang
sejenis di tingkat Provinsi Jawa Tengah awal tahun 2016.
Karya-karya tersebut dapat masuk nominasi karena telah memenuhi beberapa kriteria diantaranya mudah didiseminasikan dan diadopsi
masyarakat, teknologinya bisa diaplikasikan dalam skala rumah tangga, bahan
baku yang dipakai berbasis lokal dan ramah lingkungan, dapat rekomendasi dari
produsen dan akademisi, skala investasi dan manajemen terjangkau oleh
masyarakat serta mempunyai manfaat yang berkelanjutan.
Sedangkan
kriteria penilaian yang dilakukan oleh tim penilai dari Dinas Lingkungan Hidup
dan Kehutanan, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Kantor Koperasi
dan UMKM, BAPPEDA serta dari UNSIQ adalah orisinalitas dan kepioniran,
penerapan di masyarakat, manfaat dan keberlangsungan.
.

BACA JUGA:  KodimĀ Ikut Bantu Pendampingan MOS Disekolah
Salah satu peserta saat mempresentasikan karyanya source: wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here