10 Fakta Unik Kota Wonosobo ASRI

WONOSOBOZONE – Wonosobo merupakan salah satu kota kecil yang memiliki destinasi Wisata Alam yang tampaknya sangat disayangkan untuk dicampakkan, apalagi bagi para pemburu Sunrise Bukit Sikunir dan Sunset Grand Canyon Lubang Sewu Erorejo yang menawarkan anugerah alam yang tak terkira indahnya.
Namun ternyata ada beberapa fakta Unik terkait Kota ASRI ini, penasaran seperti apa, yuk kita pelajari bersama. Cekidot…..

1. Kota Dingin
Kabupaten Wonosobo adalah kota kecil dengan suhu yang dingin, jangan harap para pengusaha AC bisa berinvestasi besar-besaran di kota ini, karena hanya beberapa bangunan saja yang menggunakan AC. Bahkan untuk hotel sekalipun, jarang sekali menyediakan fasilitas AC kecuali di dalam ruang pertemuan. Bagi siapapun yang ingin berkunjung ke Wonosobo, mutlak hukumnya untuk membawa jaket tebal dan selimut, dan jika ingin mengunjungi kawasan Dieng ada baiknya untuk menggunakan topi yang menutupi telinga untuk mengurangi resiko kedinginan.

Monumen Welcome DIENG Wonosobo

2. Kaya akan Bahasa Daerah

Di Kota penghasil Carica dan Purwaceng ini terdapat 15 kecamatan, dan uniknya hampir tiap kecamatan memiliki logat bahasa yang berbeda-beda, hal ini mungkin terjadi karena Kabupaten Wonosobo berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara yang mayoritas warganya berbahasa jawa ngapak dan Kabupaten Purworejo, Temanggung yang menggunakan Bahasa Jawa Pakem.

Contoh di kecamatan Mojotengah, beberapa masyarakan menggunakan penegasan kata ‘li’ “Omahe tunggoni li” hal ini berbeda dengan beberapa masyarakat di kecamatan Wonosobo dan Kertek, yang menggunakan penegasan ‘kak’ “Omahe tunggoni kak” sedikit berbeda namun artinya sama yaitu “Rumahnya ditungguin sih”.

Kiranya seperti itu dan masih banyak aksen bahasa yang lain.

Perpustakaan Daerah Wonosobo

3. Banyaknya Tanda Verboden di Tengah Kota

Hal ini tentunya menjadi peringatan tersendiri bagi para pengendara kendaraan bermotor dari luar daerah, beberapa kali saya melihat pengendara Sepeda Motor Plat KB, AB, B dan berbagai plat yag lainnya menerobos tanda larangan ini, jadi berhati-hatilah dalam berkendara. Jika masih ragu tidak ada salahnya untuk mengitari kota Wonosobo dengan kawan yang sudah dikenal baik.

Jalan Ahamad Yani Wonosobo

4. Lajur Jalan yang Kecil

Karena kota kecil, di Kabupaten Wonosobo juga jarang ada jalan lebar yang terdiri dari 4 jalur, 4 jalur ini hanya bisa di temui di Jalan Banyumas, dan selain itu jalan raya di pusat kota juga kecil, bahkan sebagian jalan sudah menjadi lahan parkir.

Bunderan Sapen

5. Makanan Murah
Bagi siapapun anda yang gemar mencicipi makanan street food, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Alun-alun, menikmati Mie Ongklok dan Tempe Kemul di bawah pohon yang rimbun sembari melihat para pemuda-pemudi memadu kasih (apasih :p).

Mie Ongklok – Sate – Tempe Kemul

6. Jam Malam yang Cepat Berlalu

Di Jogja dan berbagai kota Besar lainnya, mencari makanan di Jam 10-11 adalah hal yang wajar, namun di Kota ini, adalah sesuatu yang patut dipertanyakan, karena Wonosobo adalah kota Dingin, maka jarang sekali ada keramaian di malam hari, kalaupun ada itupun hanya di beberapa tempat seperti coffee shop dan cafee yang menyediakan hiburan malam / live music.

Alun-Alun Wonosobo di Malam hari

7. Pengguna Twitter yang belum Menyeluruh

Wonosobo bukanlah kota dengan kicauan twitter yang santer seperti di kota Bandung, padahal mayoritas pelajar di Wonosobo sudah memiliki smartphone yang pastinya bisa mengakses akun Twitter, pamor Twitter masih kalah dengan facebook dan BBM (Follow Twitter : @wonosobozone_ dan Instagram: @wonosobozone).
Instagram: @wonosobozone

8. Alun-Alun adalah Pusat Berbagai Hal

Hal ini karena alun-alun Wonosobo berdekatan dengan pusat kota dan menjadi jantung kota. Disini cocok buat olahraga, jualan siomay, pertunjukan seni, upacara 17 Agustus sampai menjadi tempat untuk saling memadu kasihpun juga berada disini, entah sudah berapa banyak cinta yang tumbuh dan cinta yang kandas di area public ini, dan tidak sedikit komunitas juga menjadikan alun-alun sebagai tempat untuk ajang kumpul bersama.

Alun-Alun Wonosobo

9. Paling Bangga Mengumpulkan Stiker Distro

Ada rasa semacam prestise tersendiri ketika para pemuda / pelajar di Kota Pegunungan ini memiliki sebuah helm yang tertempel stiker distro tertentu, hal ini menunjukkan sebuah kebanggaan pribadi dan sebuah identitas tentang fashion dan gaya hidup yang dianggap keren, jadi untuk para investor yang berminat untuk berinvestasi di Kota ini, salah satu cara promosi gratis adalah dengan membagikan stiker dengan desain yang keren. Jadi beberapa pemuda di Wonosobo memiliki mindset bahwa semakin banyak stiker di helm, maka helmnya semakin kece. Dan ini berlaku untuk barang-barang lain, seperti gitar, lemari dll.

10. Seringnya Razia Kendaraan Bermotor

Hal ini sering terjadi namun hanya di tengah perkotaan saja, kalau di daerah pelosok sih jelas jarang (yaiyalah :p), dan pada saat tulisan ini ditulispun saya juga habis kena tilang oleh seseorang yang berseragam itulah, maaf gak enak nyebut profesi (maaf ya pak pulisi), meskipun kita sudah punya SIM STNK dan kelengkapan kendaraan yang komplit, razia kendaraan bermotor itu selalu bikin deg-degan, seakan kita lupa untuk membawa kelengkapan dokumen kendaraan. Jika terpaksa kena tilang, ya sudah mending ikut sidang saja, jika terkena denda, jangan sekali-sekali memberikannya kepada para Pria Berseragam, titipkan saja Uangnya kepada petugas yang ada di Pengadilan, agar uangnya masuk ke kas Negara, dan secara tidak langsung, dengan kita melanggar peraturan lalu lintas, maka kita juga telah membangun Negara, dengan cara membayar denda yang sudah ditentukan.

Polres Wonosobo razia motor di jalan ronggolawe.
Itulah beberapa fakta unik terkait Kota Kecil nan ASRI, semoga bisa menjadi panduan bagi para tranvellers atau backpaker yang datang ke Kota Sejuta Pesona ini, jika ada diantara para netizen yang memiliki fakta unik lainnya, semoga berkenan untuk berbagi di kolom komentar.

Penulis : @dhi_duar  

2 KOMENTAR

  1. Ane pernah ke dieng gan malem2 pengen liat sunrise, baru pertama kali ane ngerasain dingin senggakuat diwonosobo, ane udah pake jeans dilapisin training, minta kaos kaki ketemen, lapisin anduk kecil dileher tetep aja menggigil goyang dumang, tapi ane salut wonosobo kota yg damai tentram, sama kaya sebelahnya, temanggung

  2. Ane pernah ke dieng gan malem2 pengen liat sunrise, baru pertama kali ane ngerasain dingin senggakuat diwonosobo, ane udah pake jeans dilapisin training, minta kaos kaki ketemen, lapisin anduk kecil dileher tetep aja menggigil goyang dumang, tapi ane salut wonosobo kota yg damai tentram, sama kaya sebelahnya, temanggung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here