​Stok Menipis, Harga Beras Naik Mencapai 1000 Per Kilo


WONOSOBOZONE –  Harga beras baik Premium dan Medium yang ada di Pasar tradisional Wonosobo mengalami kenaikan harga mencapai Rp 1.000 per kilogramnya. Hal tersebut terlihat pada salah satu pusat toko perbelanjaan beras yang menjual beras medium seharga Rp 9.300  Rp 9.500 dan beras premium seharga Rp 12.500 sampai Rp 12.700. Padahal dari bulan lalu,  harga beras medium masih pada kisaran Rp 8.500 dan beras premium kisaran harga Rp 11.500. Meski memasuki musim penghujan, harga berbagai jenis beras di pasar tradisional di Kabupaten Wonosobo justru terus bergerak naik. Naiknya harga beras tersebut terjadi dikarenakan menipisnya stok di petani, terang Kepala Bagian Pemasaran, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Suprayitno kepada wartawan, Rabu (11/10). 

Sementara salah satu pemilik toko beras yang ada di Pasar Induk Wonosobo, Herman Susilo mengatakan kenaikkan harga beras terjadi dalam tiga pekan terakhir. Hal tersebut menurutnya, terjadi akibat stok gabah di tingkat petani yang cenderung menipis. Kini petani jarang yang mau menjual pada pedagang, karena mereka lebih memilih untuk dikonsumsi sendiri sampai pada masa panen tiba. Pedagang kesulitan mendapatkan gabah dan beras. Petani memastikan stok pangan mereka terjamin sampai masa panen tiba. Sekarang para petani baru mulai menanam. Kemungkinan harga beras akan terus beranjak naik, jadi kenaikkan harga dalam tiga pekan ini akan terus berlangsung sampai panen padi tiba, ungkapnya.

Herman menjelaskan, setiap berakhirnya musim kemarau di Wonosobo, harga beras bergerak naik. Terlebih ketika di Wonosobo tiap kemarau ada peralihan sebagian lahan sawah dari padi ke tembakau. Sedangkan memasuki masa panen raya beras, harga baru normal kembali. Dilain sisi, meskipun harga beras naik, sebut Herman, pasokan ke tokonya hingga saat ini masih berjalan lancar, baik beras lokal maupun beras dari Temanggung dan Magelang. Pemasok harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan beras, makanya itu, harga kemudian naik sedikit, bebernya.

Pedagang lainnya, Yanto mengatakan kendati harga beras naik, harga beberapa kebutuhan pokok yang lain cenderung turun, seperti telur ayam, bawang merah, dan bawang putih. Harga telur ayam ras yang semula Rp 20.000 per kilogram turun menjadi Rp 18.000 per kilogram, bawang merah dari Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 18.000 per kilogram. Harga minyak goreng curah stabil, yakni Rp 11.000 per kilogram, minyak goreng kemasan rata-rata Rp 12.000 per kilogram dan gula pasir juga stabil, Rp 11.500 per kilogram. Harga kebutuhan lainnya cenderung stabil. Namun ada satu komuditas yang turun drastis, yaitu bawang putih. Dari yang sebelumnya Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 25.000 per kilogram, pungkasnya. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here